Categories: Kerinci

Ketua Partai Bersaing di Pileg, Pendatang Baru Bisa Jadi Ancaman Incumbent

KERINCI, SB – Persaingan dalam merebut kursi Legislatif semakin menarik untuk diikuti. Selain Figur Ketua Partai Politik (Parpol), juga banyak figur yang potensial dari tokoh masyarakat dan Milenial yang ikut berkompetisi.

Kondisi ini pun memberikan warna tersendiri dalam persaingan Kontestan untuk merebut kursi DPRD Kabupaten Kerinci. Karena kontestasi nanti diprediksi akan ketat untuk memperoleh suara dari masyarakat.

Bahkan, wajah baru yang potensial pun bisa menjadi ancaman bagi Incumbent yang akan maju kembali, termasuk Ketua Parpol yang juga maju periode Kedua di Legislatif.

Karena dari Daftar Calon Sementara (DCS) yang diumumkan KPU kabupaten Kerinci, Beberapa partai besar yang didata media ini, semua Ketua Partai yang saat ini menjadi Incumbent, maju kembali untuk mempertahan Kursi  Legislatif yang sedang didudukinya.

Sejumlah Partai Besar yang ketuanya maju kembali di Legislator, yakni dari PDIP Yenwen, PAN Muksin Zakaria, Golkar Boy Edwar, Demokrat Lis Nurbani, dan partai Gerindra Irwandri.

Pengamat Politik Kerinci dan Sungai Penuh, yang juga Dosen STIE Sakti Alam Kerinci, Feri Siswadi, saat dimintai tanggapan peluang Ketua Parpol untuk duduk di DPRD Kabupaten Kerinci, menyampaikan sistem Pemilu Legislatif saat ini membuat semua Calon berpeluang sama untuk berhasil duduk DPRD.

“Sistem proposional terbuka dengan daerah pemilihan yang terbagi sesuai zona wilayah ini sangat tergantung pada keaktifan dan kemampuan calon dalam bersosialisasi, berkomunikasi, dan menarik simpati pemilih,”katanya.

Hal ini menurutnya membuat kemungkinan Ketua Partai bisa saja dikalahkan oleh calon lain yg memiliki kemampuan yang lebih baik. Ketua Partai yang mungkin saja petahana juga akan mendapat tantangan pertanggungjawaban hasil kerja periode sebelumnya.

“Bisa saja dinilai oleh pemilih tidak berpihak pada masyarakat yang akhirnya membuat pemilih mengalihkan dukungannya kepada calon-calon yang dianggap bersih dari catatan masa lalu,”terangnya.

Menurut Dosen STIA Nusa Sungai Penuh ini, Ketua Partai yang mungkin telah memiliki modal popularitas akan lebih mudah bersosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat selama yang bersangkutan tidak melakukan secara instan. Tapi untuk yang tergolong petahana harus mampu memperlihatkan tanggung jawab dan integritas masa lalu.

“Calon baru sangat berpeluang untuk mendapat suara dukungan pemilih jika mampu memanfaatkan paradigma perubahan ke yang lebih baik yang sedang dirindukan oleh masyarakat,”tuturnya.

Pada intinya Ketua Partai dengan sistem proposional terbuka bukan jaminan mendapatkan golden ticket ke legislatif. “Peluang nya sama dengan calon lain sekalipun calon baru,”tutupnya. (Fra)

 

Redaksi SB

Recent Posts

Wawako Azhar Hadiri HUT ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat

JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…

1 jam ago

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

4 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

6 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

7 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago