Oplus_131072
Kuliner Khas Suku Dayak Jarang Diketahui Orang
SIGNALBERITA.COM – Kuliner Makanan Khas daerah tidak hanya ada di setiap daerah di Indonesia. Namun juga di miliki oleh warga suku Dayak di Kalimantan.
Suku Dayak di Kalimantan yang lekat dengan alam. Setiap sajian memanfaatkan hasil hutan, sungai, dan lahan sekitar, menjadikannya bukan sekadar makanan, melainkan cerminan filosofi hidup yang selaras dengan alam. Berikut adalah 5 kuliner khas Dayak yang paling populer dan unik, lengkap dengan cerita dan cita rasanya.
Luba Laya berasal dari Nunukan dan sering disebut lontong khas Dayak. Bedanya, makanan ini di buat dari beras adan krayan, varietas lokal yang harum dan pulen, lalu di bungkus daun itip. Proses memasaknya membuat nasi beraroma khas dedaunan, dengan rasa gurih lembut yang berbeda dari lontong pada umumnya. Luba Laya sering hadir dalam acara adat atau perayaan, menjadi simbol kebersamaan.
Kalumpe adalah sayur daun singkong tumbuk yang di masak bersama rempah tradisional seperti bawang merah, bawang putih, serai, hingga lengkuas. Teksturnya lembut, rasanya gurih dengan sentuhan pedas. Biasanya di sajikan bersama sambal terasi dan ikan asin, menjadikannya lauk rumahan yang populer di kalangan masyarakat Dayak. Sajian ini sederhana, tapi filosofinya mendalam: mencerminkan kesederhanaan dan kehangatan keluarga.
Untuk pencinta kuliner ekstrem, Bengamat adalah pilihan menantang. Terbuat dari kelelawar buah, hidangan ini di masak dengan santan dan rempah seperti kunyit serta daun salam. Daging kelelawar memiliki rasa gurih unik yang berpadu sempurna dengan aroma rempah. Di balik keunikannya, Bengamat juga menunjukkan bagaimana masyarakat Dayak memanfaatkan potensi alam secara penuh untuk kebutuhan pangan.
Botok ini berbeda dengan botok Jawa. Masyarakat Dayak menggunakan daun mengkudu sebagai pembungkus ikan air tawar, kelapa parut, dan bumbu rempah sebelum di kukus. Aroma khas dari daun mengkudu memberikan sentuhan eksotis yang unik, berpadu dengan rasa gurih ikan dan kelapa. Botok Mengkudu bukan hanya lezat, tapi juga bukti kreativitas dalam mengolah bahan-bahan alami dari hutan.
Juhu Singkah adalah hidangan sup tradisional berbahan umbut rotan muda. Bagian rotan ini di rebus bersama ikan baung dan terong asam, lalu diberi bumbu khas. Hasilnya, rasa gurih ikan bercampur segar-asam dari terong, dengan tekstur rotan yang kenyal dan unik. Hidangan ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Dayak akrab dengan hasil hutan.
Kuliner khas Dayak adalah bukti nyata bagaimana budaya dan alam berjalan berdampingan. Dari Luba Laya yang lembut hingga Juhu Singkah yang segar, setiap hidangan menyimpan filosofi hidup yang sederhana namun bermakna. Jika Anda berkesempatan ke Kalimantan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner tradisional ini — pengalaman rasa sekaligus perjalanan budaya yang otentik.***
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…