JAKARTA-Pelibatan sejumlah mahasiswa dalam rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Ende, Gorontalo, dan Papua mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Langkah tersebut dinilai membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah dan generasi muda serta memperkuat keterbukaan informasi publik.
Pengamat politik dari Universitas Tanjungpura (Untan) Kalimantan Barat, Erdi, mengatakan mahasiswa memiliki posisi yang relatif independen dalam menilai berbagai program pemerintah. Menurutnya, keterlibatan kalangan akademik dalam agenda kenegaraan merupakan langkah yang tepat karena mahasiswa dapat memberikan pandangan secara objektif.
Erdi yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III FISIP Untan menilai pendekatan yang dilakukan Wapres Gibran menunjukkan keterbukaan terhadap berbagai masukan dari kalangan intelektual. Ia menyebut upaya merangkul mahasiswa untuk berdialog dan menyerap aspirasi menjadi langkah yang patut diapresiasi.
Pandangan serupa disampaikan pakar kebijakan publik dari FISIP Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja dapat membantu mengurangi kesenjangan informasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama terkait isu-isu strategis seperti pengelolaan lahan di Papua.
Menurut Kristian, pengalaman melihat kondisi secara langsung di lapangan penting bagi mahasiswa agar dapat membandingkan berbagai sumber informasi dan membangun penilaian yang lebih komprehensif. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk mendorong transparansi dan keterbukaan.
Pelibatan mahasiswa dalam kunjungan tersebut juga dipandang sebagai respons terhadap berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan generasi muda. Salah satu isu yang belakangan menjadi perhatian mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi adalah evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wapres Gibran menegaskan pemerintah akan terus melakukan pembenahan dan evaluasi terhadap sejumlah program prioritas nasional, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dalam kunjungan kerjanya, Wapres turut mengajak lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yakni Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Nolan Christopher Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan pengawasan publik terhadap pelaksanaan program pemerintah.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…