Menag Targetkan Ditjen Pesantren Berdiri Tahun Ini

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM — Kementerian Agama tengah mengebut proses pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. Menteri Agama Nasaruddin Umar menargetkan, lembaga baru itu dapat resmi berdiri sebelum akhir tahun ini.

“Insya Allah dalam waktu dekat selesai. Karena ada beberapa persoalan teknis yang harus di pisahkan antara pendidikan Islam dan pondok pesantren. Semuanya sudah rampung, sekarang dalam proses,” kata Nasaruddin seusai Annual Conference on Pesantren Education yang di gelar Majelis Masyayikh di Jakarta, Rabu, (01/11/2025).

Pendirian Ditjen Pesantren ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subiyanto. Melalui surat bernomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden menugaskan Kemenag agar segera menyiapkan rancangan peraturan presiden tentang perubahan struktur kelembagaan kementerian, termasuk pembentukan Ditjen Pesantren.

Selama ini, pengelolaan pesantren masih berada di bawah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, setingkat eselon II, di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam. Nasaruddin menilai, pesantren membutuhkan ruang kelembagaan yang lebih kuat dan otonom agar dapat berkembang sesuai karakteristik dan metodologi khasnya.

“Kita akan menciptakan pedoman yang membedakan antara pendidikan Islam secara umum dan pesantren dengan metodologinya sendiri,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin, perhatian Presiden terhadap pesantren cukup besar. Pemerintah berencana memperkuat peran pesantren melalui sinergi lintas kementerian. Kementerian PUPR akan membantu perbaikan sarana dan bangunan pesantren, sementara Bappenas dan Kementerian Keuangan mengatur perencanaan serta penganggarannya.

“Kementerian Pendidikan juga ikut bersinergi. Hampir semua kementerian di libatkan untuk memberdayakan lembaga pendidikan berbasis pesantren,” kata Menag.

Ketika ditanya soal calon Direktur Jenderal Pesantren, Nasaruddin menegaskan bahwa proses pemilihan akan di lakukan secara objektif.

“Penentuan pejabat bukan berdasarkan kedekatan personal, tapi lewat berbagai metode seleksi agar terpilih yang terbaik,” ucapnya.

Menag berharap, kehadiran Ditjen Pesantren dapat menjadi tonggak baru bagi penguatan lembaga pendidikan Islam khas Nusantara.(Tim)

Redaksi SB

Recent Posts

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

24 menit ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

2 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

5 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago

Atari Bangkit dari Masa Sulit, Raup Keuntungan Berkat Strategi Game Klasik

JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…

6 hari ago