Menelisik Pepatah Minang, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing

Menelisik Pepatah Minang, Anak Dipangku Kemenakan Dibimbing

SIGNALBERITA.COM – Konsep “anak di pangku, kemenakan di bimbing” merupakan sebuah istilah yang berasal dari budaya Minangkabau. Konsep ini mengandung filosofi mendalam mengenai tanggung jawab dan peran seorang mamak dalam keluarga serta masyarakat.

Berbicara mengenai istilah anak di pangku, kemenakan di bimbing, konsep ini berasal dari pepatah adat “ Kaluak paku kacang balimbiang, tampuruang di lenggang lenggangkan, di baok anak rang saruaso, anak di pangku kamanakan di bimbiang, urang kampuang di patenggangkan , jago adat jan binaso. Hal ini memperlihatkan nilai-nilai tangung jawab dan proses pendidikan dari seorang pemimpin di Minangkabau.

Di sampaikan oleh narasumber Dialog Sosial Budaya Radio SIPP FM, Heru Fitria Desandi DT Majo Basa, Rabu (03/10/2024), bahwa dalam konsep ini, pemimpin di Minangkabau yang paling utama adalah mamak, yaitu saudara laki-laki dari ibu atau saudara sapasukuan. Mamak berperan sebagai pemimpin dan tempat belajar bagi anak kemenakannya. Mamak memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan ilmu tentang adat-istiadat budaya yang ada di Minangkabau.

Ada beberapa peran yang di miliki oleh seorang “Mamak” di Minangkabau di antaranya :

Mamak di Minangkabau

1. Seorang mamak memiliki kewajiban untuk mendidik dan membimbing anak kandungnya serta kemenakannya secara seimbang, tanpa mendahulukan salah satu. Membimbing di sini mencakup, menjaganya, mengetahui siapa kemenakannya, mengayominya, memeliharanya termasuk mengetahui ekonominya.

Mamak memiliki kewajiban mendidik anak biologisnya dan kemenakannya agar bisa menjaga sikap dan tingkah laku, dalam artian Mamak harus bisa menjadi tauladan yang baik bagi anak dan kemenakanya.

Ada beberapa jenis Kemenakan di Minangkabau: kemenakan di bawah daguak (anak kandung dari saudara perempuan), kemenakan di bawah paruik (anak kemenakan yang sekaum), kemenakan di bawa lutuik (anak kemenakan yang sesuku), kemenakan sehindu (kemenakan dalam cakup yang luas).

2. Mamak juga berperan dalam menjaga kampung halamannya, serta berkontribusi dalam kegiatan sosial yang ada dalam masyarakat.

3. Mamak berperan dalam menjaga Adat agar tidak binasa, karena waris itu turunnya kepada Mamak, kemudian dari mamak turunnya ke kemenakan. Jika proses ini tidak berjalan dengan baik, bisa jadi adat itu akan binasa, karena tidak lagi di pertegas oleh Mamak.

4. Mamak berperan dalam menjaga harta pusaka. Seorang mamak harus bisa menjaga harta pusaka, tidak menguasai apalagi memakan harta pusaka.

Nilai-nilai luhur dalam konsep “anak di pangku, kemenakan di bimbing” dapat terancam oleh beberapa faktor yang kompleks dan berdampak signifikan pada peran mamak dalam masyarakat Minangkabau.

Beberapa faktor tersebut adalah :

1. Kurangnya Pemahaman

Salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman tentang tanggung jawab mamak terhadap kemenakan. Banyak mamak yang tidak sepenuhnya memahami peran mereka sebagai pemimpin dan tempat belajar bagi anak kemenakan.

Hal ini dapat menyebabkan ketidakpastian dan kekurangan dalam menjalankan tanggung jawab mereka. Jika seorang mamak memahami bagaimana dia berperan untuk kemenakannya maka dia bisa melakukan perbaikan serta menanamkan nilai-nilai terhadap anak dan kemenakannya tersebut.

2. Faktor Ekonomi

Tekanan ekonomi juga merupakan salah satu faktor yang signifikan. Dalam era modern, tekanan ekonomi dapat menghambat mamak dalam menjalankan peran mereka. Ketika seseorang mamak tidak memiliki kecukupan finansial untuk keluarganya maka dia akan sulit untuk membantu kemenakannya.

Konsep “anak di pangku, kemendakan di bimbing” akan tetap relevan dan perlu di lestarikan. Hal ini di karenakan Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti tanggung jawab, kepemimpinan, dan pendidikan, masih sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

21 menit ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

1 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

3 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago