Categories: Nasional

Menkomdigi Dorong Platform Digital Utamakan Keamanan Anak

 

JAKARTA-Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya menjadikan keselamatan anak sebagai prioritas dalam perkembangan ekosistem digital. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh menjadi sasaran praktik platform digital yang lebih berorientasi pada perolehan perhatian pengguna dan keuntungan bisnis semata.

Berbicara dalam The 8th International Conference on Early Childhood Education 2026 di Bekasi, Sabtu, Meutya mengatakan perubahan teknologi telah menggeser pola tumbuh kembang anak. Jika sebelumnya interaksi sosial dan pendidikan berlangsung lebih banyak di lingkungan fisik, kini anak-anak telah bersentuhan dengan perangkat digital sejak usia dini.

Menurut dia, teknologi memang menghadirkan banyak peluang dalam proses belajar dan kreativitas. Namun, di sisi lain, terdapat berbagai risiko yang harus diantisipasi, mulai dari paparan konten yang tidak layak, perundungan di dunia maya, eksploitasi digital, hingga ketergantungan terhadap platform.

Meutya menilai perlindungan anak di ruang digital harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia, bukan hanya sebagai persoalan teknis semata. Oleh karena itu, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Regulasi tersebut mengusung pendekatan “Tunggu, Anak Siap”, yang menitikberatkan pada pemberian akses digital secara bertahap sesuai usia, tingkat kesiapan, serta potensi risiko yang dihadapi anak.

Ia menegaskan bahwa tujuan kebijakan tersebut bukan membatasi anak dari teknologi, melainkan memastikan mereka dapat mengakses ruang digital yang aman dan mendukung proses perkembangan sesuai tahapan usianya.

Meutya juga menekankan bahwa tanggung jawab menciptakan lingkungan digital yang sehat tidak hanya berada di pundak keluarga dan lembaga pendidikan. Menurutnya, perusahaan penyedia platform digital harus memiliki peran aktif dalam menyediakan sistem yang lebih ramah bagi pengguna anak.

Selain itu, ia menilai tantangan perlindungan anak semakin besar karena layanan digital beroperasi secara global. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia akademik, industri teknologi, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam merumuskan langkah-langkah perlindungan yang efektif.

“Keberhasilan transformasi digital bukan sekadar diukur dari pesatnya inovasi teknologi, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan mempersiapkan generasi yang akan hidup berdampingan dengan teknologi pada masa mendatang,” ujarnya.(*)

Redaksi SB

Recent Posts

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

12 menit ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

1 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

5 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago

Atari Bangkit dari Masa Sulit, Raup Keuntungan Berkat Strategi Game Klasik

JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…

6 hari ago