Categories: Uncategorized

Meta Sebut Algoritma AI Tingkatkan Durasi Penggunaan Instagram

 

JAKARTA, Signalberita.com – Meta mengakui bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sistem rekomendasi Instagram berhasil meningkatkan keterlibatan pengguna secara signifikan. Namun, keberhasilan tersebut juga kembali memicu perdebatan terkait dampak media sosial terhadap kesehatan mental, khususnya bagi remaja.

Dalam laporan kinerja keuangan kuartal II 2026, Meta mengungkapkan bahwa pembaruan terbesar pada sistem peringkat (ranking) Reels mampu meningkatkan durasi penggunaan Instagram. Perusahaan menyebut peningkatan tersebut di dorong oleh kemampuan AI yang semakin akurat dalam menyajikan konten sesuai minat setiap pengguna.

Chief Financial Officer (CFO) Meta, Susan Li, menjelaskan bahwa algoritma AI di rancang untuk menganalisis kebiasaan pengguna saat menonton video, kemudian merekomendasikan konten serupa agar pengalaman berselancar di Instagram menjadi lebih relevan.

Tak hanya meningkatkan personalisasi, sistem AI terbaru juga mampu mengenali video Reels berkualitas tinggi sejak pertama kali di unggah. Meta menyebut lebih dari 50 persen konten yang muncul di beranda pengguna kini berasal dari unggahan yang berusia kurang dari satu hari, meningkat lebih dari dua kali lipat di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, Meta mulai menerapkan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) terbaru bernama Muse untuk mengelompokkan konten berdasarkan topik dan karakter penyampaiannya. Teknologi tersebut juga menjadi fondasi pengembangan algoritma generasi berikutnya yang di tujukan untuk mengoptimalkan rekomendasi konten organik maupun iklan.

Hadapi Gugatan Terkait Kesehatan Mental

Di balik peningkatan performa platform, Meta masih menghadapi berbagai tuntutan hukum terkait dugaan dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental pengguna.

Perusahaan di tuduh sengaja merancang algoritma yang mendorong remaja dan dewasa muda menghabiskan lebih banyak waktu di Instagram demi meningkatkan keterlibatan pengguna dan pendapatan perusahaan.

Meta bahkan menghadapi gugatan dari 40 negara bagian di Amerika Serikat atas dugaan melanggar aturan perlindungan konsumen serta berkontribusi terhadap meningkatnya kasus kecemasan, depresi, hingga isolasi sosial pada kalangan remaja.

Dalam gugatan tersebut, Meta juga di tuding mengabaikan hasil penelitian internal yang di sebut telah menunjukkan potensi dampak negatif Instagram terhadap kondisi psikologis remaja.

Meski demikian, Meta terus mengembangkan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas rekomendasi konten sekaligus mempertahankan daya saing Instagram di tengah ketatnya persaingan platform media sosial berbasis video pendek.(*)

Redaksi SB

Recent Posts

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

21 menit ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

1 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

5 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago

Atari Bangkit dari Masa Sulit, Raup Keuntungan Berkat Strategi Game Klasik

JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…

6 hari ago