Mukjizat Pemenang Tender Gedung DPRD
Selamat datang di Kerinci, tanah di mana mukjizat pengadaan publik terjadi tiga tahun berturut-turut. Di sini, dewi Fortuna tampaknya sangat mencintai satu CV saja_CV Adyan Jaya Mandiri. Tiga tahun, tiga proyek, satu pemenang. Mungkin kita sedang menyaksikan rekor dunia: Tender Terbersih Tanpa Lawan Sejati.
Bayangkan, di tengah derasnya persaingan usaha konstruksi nasional, sebuah CV lokal mampu mendobrak segala kemungkinan statistik. Dari puluhan peserta tender, entah mengapa hanya mereka yang berminat mengajukan penawaran. Yang lain? Gugur tanpa suara, mundur dengan penuh kesadaran atau mungkin kesadaran penuh bahwa ini bukan “lapak” mereka.
Tiga Kali Menangi Proyek Gedung DPRD Kerinci, CV Adyan Jaya Mandiri di Sorot Tentu, bukan kita yang berhak menuduh ada pengaturan. Tapi aroma keganjilan ini begitu pekat hingga masker N95 pun tak mampu menyaringnya. Dua tahun berturut-turut hasil pekerjaan retak_secara harfiah_namun tetap dipercaya untuk membangun kembali. Mungkin kepercayaan pemerintah daerah pada kontraktor ini melebihi kepercayaan orang tua kepada anaknya yang bolos tapi tetap di beri uang jajan.
Gedung DPRD yang seharusnya menjadi simbol kedaulatan rakyat justru pelan-pelan menjelma menjadi monumen keajaiban pengadaan. Dari Rp 8,2 miliar, lanjut Rp 4,86 miliar, hingga melejit ke Rp 14,3 miliar. Kualitasnya? Retak, asal jadi, dan material yang membuat tukang bangunan angkat tangan. Tapi apa daya, ini bukan sekadar proyek, ini kepercayaan tanpa syarat.
Anehnya, di tengah kebisingan aktivis, desakan masyarakat, hingga lirih suara anggota DPRD yang “tak ingin disebutkan namanya”, para pihak terkait justru memilih diam. Kontraktor diam. Kabag UKPBJ juga bungkam. Mungkin mereka sedang berkontemplasi, atau sibuk mengurus proyek tahun 2026 sejak dini.
Apakah proyek ini terlalu besar untuk diawasi? Atau terlalu sakral untuk di sentuh? Di negeri antikorupsi ini, hal semacam ini biasanya di namakan “teknis biasa”. Tapi rakyat tidak sebodoh itu. Di era digital, ketika jejak proyek bisa di telusuri dalam hitungan menit, publik hanya butuh satu hal: penjelasan. Bukan seremoni.
Jadi mari kita jujur_Gedung DPRD Kerinci bukan cuma simbol. Ia sedang menjadi panggung teater, tempat drama pengadaan di mainkan dengan naskah yang terlalu halus untuk disebut kebetulan. Di antara dinding yang retak, mungkin integritas kita ikut bocor.
Kepada Bupati Monadi, kepada para anggota DPRD, kepada seluruh pejabat yang masih memiliki sejumput idealisme: bangunlah gedung rakyat dengan tangan bersih. Bukan sekadar untuk tempat duduk empuk para wakil rakyat, tapi untuk memastikan rakyat masih punya tempat di dalamnya.
Dan kepada CV Adyan Jaya Mandiri, semoga proyek ini benar-benar di kerjakan dengan hati. Bukan sekadar dengan kalkulasi. Karena rakyat sudah terlalu lelah menjadi penonton tetap dalam sandiwara anggaran.
Karena ketika proyek di bangun tanpa integritas, maka yang runtuh bukan hanya dinding—tapi kepercayaan.(***)
SIGNALBERITA.COM - Dalam menentukan Jurusan kuliah terkadang sering salah pilihan, akibatnya pasca tamat jadi pengangguran.…
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Telur bebek dan madu di kenal sebagai ramuan tradisional untuk meningkatkan stamina…
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Pada tahun 2026, Smartphone merk Infinix kembali menghadirkan terbaru dengan harga bersahabat,…
SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tahapan Seleksi Calon Pimpinan Baznas kota Sungai Penuh periode 2026-2031, masuk tahap…
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Performa Honda CB150R Streetfire tahun 2026 ini makin gagah. Motor ini hadir…
SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Kabar Gembira bagi Mahasiswa di kota Sungai Penuh, karena Pemerintah Kota Sungai…