Lahan pertanian yang mengalami keringan
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Hujan belum juga beranjak dari langit Indonesia. Sejak awal 2026, curah hujan tinggi terus mengguyur banyak daerah, memicu banjir di sejumlah titik dan meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor. Kondisi basah yang berkepanjangan ini membuat satu pertanyaan berulang di benak publik: kapan musim kemarau benar-benar dimulai?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut jawabannya tidak sederhana. Peralihan musim, kata BMKG, berlangsung bertahap dan berbeda-beda antarwilayah.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa puncak musim hujan 2025/2026 masih berlangsung hingga awal tahun ini. Dalam catatan BMKG, periode November–Desember 2025 hingga Januari–Februari 2026 menjadi fase dengan intensitas hujan tertinggi di banyak wilayah Indonesia.
Pada Januari–Februari 2026 saja, sebanyak 276 Zona Musim (ZOM)—atau hampir 40 persen wilayah Indonesia—masih berada di puncak musim hujan. Wilayah tersebut mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua. Di kawasan ini, hujan tidak hanya rutin turun, tetapi juga datang dengan intensitas tinggi.
Sebagian wilayah lain bahkan belum mencapai puncaknya. Sekitar 104 ZOM diprediksi baru mengalami puncak musim hujan pada Maret hingga Juni 2026, terutama di Sulawesi bagian tengah dan timur serta sebagian Maluku. Artinya, hujan deras masih akan menjadi bagian dari keseharian warga dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal, menambahkan bahwa curah hujan bulanan hingga Maret 2026 masih tergolong tinggi. Di beberapa daerah, seperti Jawa Tengah, hujan bahkan masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi. Secara umum, mayoritas wilayah Indonesia masih berada pada kategori hujan normal, dengan sebagian daerah mengalami hujan di atas rata-rata tahunan.
Di tengah kondisi tersebut, potensi cuaca ekstrem tetap membayangi. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengingatkan bahwa kemunculan bibit siklon tropis di selatan Indonesia memperkuat risiko hujan lebat dan angin kencang, khususnya di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kombinasi sirkulasi siklonik dan penguatan monsun Asia turut membentuk zona pertemuan angin yang memicu hujan intens di wilayah selatan Indonesia.
Meski demikian, BMKG mencatat satu indikator penting: hingga awal Januari 2026, belum ada provinsi yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 30 hari. Ini menandakan Indonesia belum memasuki fase kekeringan meteorologis seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
BMKG memproyeksikan fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau mulai terjadi pada akhir Februari hingga Maret 2026. Namun, peralihan ini tidak berlangsung serempak. Sejumlah wilayah pesisir timur Sumatera, sebagian Sulawesi, Maluku, hingga Papua Barat Daya diperkirakan lebih dulu merasakan kemarau sejak Februari. Sementara wilayah lain baru benar-benar memasuki kemarau pada Mei, bahkan ada yang mundur hingga pertengahan tahun.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026. Pada periode ini, curah hujan sangat rendah berpotensi melanda Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Suhu udara siang hari diprediksi meningkat, dengan kelembapan yang menurun tajam.
BMKG menegaskan bahwa secara umum kondisi iklim Indonesia sepanjang 2026 masih berada dalam kategori normal. Fenomena La Nina lemah yang terpantau sejak akhir 2025 diperkirakan melemah dan bergerak menuju fase netral pada Maret–April 2026.
Bagi masyarakat, pesan BMKG jelas: kemarau akan datang, tetapi tidak tergesa. Dalam masa transisi yang sarat dinamika ini, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem tetap menjadi kunci, sembari menanti langit Indonesia benar-benar mengering.(Tim)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…