Negara dengan Durasi Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

SIGNALBERITA.COM – Beberapa hari lagi bulan yang Ramadhan yang biasa di tunggu umat Muslim di Dunia akan datang. Tapi tau kah kamu terdapat perbedaan durasi puasa terjadi akibat rotasi Bumi dan posisi geografis masing-masing negara terhadap garis khatulistiwa.

Di sejumlah negara belahan selatan, umat Muslim menjalani puasa dengan durasi relatif singkat. Sebaliknya, di negara-negara yang berada jauh di utara, waktu berpuasa bisa jauh lebih panjang.

Negara dengan Waktu Puasa Tercepat

Beberapa negara dengan durasi puasa tercepat berada di wilayah selatan bumi. Rata-rata waktu puasa di negara-negara ini berkisar antara 11 hingga 12 jam per hari.

Di antaranya:

  • Johannesburg, Afrika Selatan: 11–12 jam
  • Buenos Aires, Argentina: 11–12 jam
  • Cape Town, Afrika Selatan: 11–12 jam
  • Christchurch, Selandia Baru: 11–12 jam
  • Ciudad del Este, Paraguay: 11–12 jam
  • Montevideo, Uruguay: 11–12 jam
  • Brasilia, Brasil: 12–13 jam
  • Harare, Zimbabwe: 12–13 jam

Durasi ini tergolong singkat dibandingkan wilayah lain, terutama di Eropa Utara.

Negara dengan Waktu Puasa Terlama

Sebaliknya, negara-negara di belahan utara mencatat waktu puasa yang jauh lebih panjang.

Kota dengan durasi puasa terlama adalah Reykjavik, Islandia, dengan waktu puasa mencapai sekitar 16 jam 50 menit per hari.

Beberapa kota lain dengan durasi panjang antara lain:

  • Warsaw, Polandia: 15 jam
  • London, Inggris: 15 jam
  • Paris, Prancis: 16–17 jam
  • Lisbon, Portugal: 15–16 jam
  • Athens, Yunani: 15–16 jam
  • Beijing, China: 15–16 jam
  • Washington DC, Amerika Serikat: 15–16 jam
  • Ankara, Turki: 15–16 jam

Semakin jauh suatu wilayah dari garis khatulistiwa, semakin besar perbedaan panjang siang dan malam, terutama saat musim panas.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia, durasi puasa rata-rata berlangsung sekitar 13,5 hingga 14 jam per hari. Waktu tersebut tergolong moderat—tidak terlalu singkat, namun juga tidak selama negara-negara di Eropa Utara.

Perbedaan durasi ini menjadi salah satu gambaran bagaimana letak geografis memengaruhi pengalaman ibadah Ramadan di berbagai negara.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

1 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

2 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago