MUAROJAMBI, SIGNALBERITA.COM – Empat tahun berlalu sejak Pasar Rakyat Sengeti di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, rampung di bangun dengan anggaran lebih dari Rp4 miliar dari APBD. Namun hingga kini, bangunan megah itu tak pernah berfungsi, menjelma menjadi monumen pemborosan anggaran daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi pasar yang kian memprihatinkan. Dinding retak dan kusam, lantai mulai terkelupas, atap bocor, sementara semak belukar menutupi halaman. Tak satu pun pedagang menempati deretan kios yang sejatinya di siapkan untuk mendorong roda ekonomi rakyat.
Bagi warga, pasar tersebut bukan lagi lambang pembangunan, melainkan simbol kegagalan pemerintah daerah.
“Tidak pernah di pakai, setelah di bangun. Kami juga tidak tahu alasannya. Sayang sekali, uang miliaran rupiah terbuang sia-sia,” kata Fadli, warga setempat, dengan nada kecewa.
Ia menilai pemerintah daerah seolah menutup mata terhadap bangunan yang terbengkalai itu. Empat tahun berlalu tanpa kejelasan mengenai penyebab pasar tak di fungsikan atau rencana tindak lanjutnya.
“Kalau sudah di bangun, seharusnya di manfaatkan. Ini malah di biarkan kosong,” ujarnya.
Sorotan juga datang dari parlemen daerah. Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi, Jurjani, menilai mangkraknya pasar rakyat Sengeti sebagai bukti lemahnya perencanaan pembangunan oleh pihak eksekutif.
“Ini nyata bahwa proyek pembangunan tidak berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. Anggaran Rp4 miliar itu bukan kecil,” ujarnya.
Jurjani menegaskan DPRD akan memanggil SKPD terkait untuk meminta pertanggungjawaban. Ia juga mendesak pemerintah daerah segera menentukan nasib pasar itu — apakah di aktifkan atau di alihfungsikan agar tak terus menjadi bangunan mati.
“Kami akan minta penjelasan resmi. Ini tidak bisa di biarkan. Masyarakat berhak tahu ke mana arah kebijakan dan uang mereka digunakan,” katanya.
Sementara itu, pihak eksekutif memilih bungkam. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Muaro Jambi, Riduwan, yang di konfirmasi soal persoalan ini, tak memberikan jawaban. Pesan yang di kirim pewarta hanya di baca tanpa balasan.
Hingga berita ini di turunkan, tak ada kejelasan apakah pasar tersebut akan di fungsikan kembali atau dibiarkan lapuk — menjadi simbol lemahnya perencanaan dan pengawasan penggunaan uang rakyat.(Tim)
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Kabar gembira bagi PNS, PPPK dan TNI, Polri di seluruh Indonesia, pasalnya…
SIGNALBERITA.COM – Dalam dunia Industri e-commerce setiap harinya selalu berkembang, bahkan Shopee tetap menjadi salah…
MERANGIN, SIGNALBERITA.COM – Dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui berbagai program strategis. Kementerian Pertanian Republik…
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Guna memberikan performa baru smartphone, kini Infinix telah menghadirkan varian spesial Infinix Note…
SIGNALBERITA.COM– Laptop Axioo kali ini menghadirkan gebrakan baru dengan menghadirkan melalui lini Pongo AMD Series…
SIGNALBERITA.COM - Pinjaman Online (pinjol) atau galbay semakin marak terjadi sepanjang 2026 dan tengah menjadi…