Berita Daerah

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Batanghari Targetkan 8.000 Hektare Cetak Sawah Baru 2026

BATANGHARI, SIGNALBERITA.COM – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari melalui program ambisius di tahun 2026, Pemkab menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 8.000 hektare.

Langkah strategis ini di rancang untuk mengukuhkan posisi Batanghari sebagai pilar penyangga pangan utama di Provinsi Jambi (10/04/2026).

Bupati Batanghari, M. Fadhil Arief, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan manifestasi dari komitmen pemerintah dalam menyejahterakan sektor pertanian. Beliau menekankan bahwa rencana ini di dasarkan pada implementasi riil, bukan sekadar wacana.

“Program cetak sawah ini bukan omong kosong atau sekadar janji politik. Ini adalah bukti keberpihakan pemerintah kepada petani dengan langkah konkret,” ujar Fadhil.

Terdapat kenaikan target yang sangat drastis di bandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencakup lahan seluas 2.000 hektare. Ekspansi besar-besaran ini akan menjangkau tujuh kecamatan dengan dukungan anggaran serta kolaborasi lintas sektor. Fadhil menegaskan bahwa pertanian akan tetap menjadi fondasi pembangunan dalam lima tahun ke depan, selaras dengan visi Batanghari Tangguh.

Modernisasi Pertanian

Targetnya, modernisasi pertanian melalui alat mesin pertanian (alsintan) akan berjalan beriringan dengan sektor perkebunan sawit untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Pemkab Batanghari juga menargetkan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pertanian secara berkelanjutan melalui penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) serta perlindungan lahan produktif dengan konsep pertanian modern,” ujarnya.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batanghari melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Roma Uliana, merincikan bahwa program ini akan menyasar hampir seluruh wilayah kabupaten.

“Target luas tanam padi sawah tahun 2026 mencapai 8.000 hektare. Dengan pembukaan lahan baru ini, sektor pertanian dan perkebunan dapat saling mendukung,” tuturnya.

Namun, terdapat pengecualian untuk satu wilayah, yaitu Kecamatan Bajubang, yang dinilai lebih optimal untuk pengembangan sektor perkebunan ketimbang persawahan.

Dengan bertambahnya luas lahan, Pemkab optimis frekuensi masa tanam dapat di tingkatkan menjadi dua kali setahun (IP200). Sinergi antara perluasan lahan dan bantuan benih unggul dari pusat diharapkan menjadi kunci keberhasilan swasembada.

“Dengan bantuan benih dari pemerintah pusat serta program cetak sawah ini, kami optimistis target swasembada pangan bisa terwujud,” tutupnya. (Fra)

Redaksi SB

Recent Posts

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah Depati Dua Nenek,…

4 jam ago

Honda ADV160 2026: Ini Harga Tipe Tertinggi

SIGNALBERITA.COM - Honda ADV160 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu skutik petualang paling di minati…

9 jam ago

Ramuan Bawang Putih dan Madu, Benarkah Efektif sebagai Obat Kuat?

SIGNALBERITA.COM - Ramuan bawang putih dan madu di kenal dalam pengobatan tradisional dan sering di…

9 jam ago

Hati-hati Gusi Gigi Bengkak Bernanah, Ini Cara Mengatasi Agar Cepat Sembuh

SIGNALBERITA.COM - Muncul benjolan berisi nanah sering kali menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada…

10 jam ago

Atletico Singkirkan Barcelona, Arsenal Harus Lebih Waspada di Semifinal Liga Champions

SIGNALBERITA.COM – Arsenal di pastikan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions. Meski sempat…

12 jam ago

ALVA Cervo vs Polytron Fox-R 2026: Mana Lebih Hemat dan Layak untuk Touring?

SIGNALBERITA.COM - Persaingan motor listrik di Indonesia kian panas pada 2026. Dua nama yang paling…

13 jam ago