BERITA TERPOPULER

Pernah Viral di Zamannya, Ini Deretannya Justru Jadi Produk Gagal Terbesar

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Deretan ponsel pernah menjadi HP canggih pada masanya. Namun alih-alih sukses besar, beberapa HP canggih gagal di antaranya justru menjadi kegagalan yang memalukan bagi produsennya.

Mulai dari masalah performa, desain yang tidak praktis, hingga kesalahan teknologi, berikut deretan HP canggih gagal ponsel yang sempat bersinar namun berakhir mengecewakan.

Nokia N97: Flagship Ambisius yang Gagal Total

Nokia N97 sempat menjadi harapan besar sebagai jawaban atas popularitas iPhone saat itu. Di rilis pada 2009, ponsel ini membawa desain slider dengan keyboard fisik serta layar sentuh 3,5 inci.

Meski sempat terjual hingga 2 juta unit dalam tiga bulan pertama, N97 mendapat banyak kritik. Kapasitas RAM kecil dan manajemen memori yang buruk membuat performanya lambat dan sering mengalami gangguan.

Kegagalan ini bahkan di sebut-sebut ikut mempercepat kemunduran Nokia di pasar smartphone.

Siemens Xelibri: Desain Unik yang Terlalu Aneh

Siemens Xelibri hadir pada 2003 dengan konsep ponsel fashion. Bentuknya sangat unik dan berbeda dari ponsel pada umumnya.

Namun, desain yang terlalu nyeleneh justru menjadi bumerang. Keyboard sulit di gunakan dan fungsi yang terbatas membuat minat konsumen rendah.

Penjualan yang buruk memaksa Siemens menghentikan proyek ini, sekaligus memperparah kondisi bisnis ponsel mereka hingga akhirnya runtuh.

iPhone 4: Canggih Tapi Tersandung Skandal Antena

iPhone 4 membawa banyak inovasi seperti Retina Display dan FaceTime saat di rilis pada 2010. Perangkat ini sempat menjadi salah satu iPhone paling fenomenal.

Namun, masalah besar muncul pada antena. Saat digenggam dengan cara tertentu, sinyal bisa hilang—yang kemudian di kenal sebagai “antennagate”.

Meski tetap laris, skandal ini sempat merusak reputasi Apple dan memicu kritik luas.

BlackBerry Storm: Ambisi Layar Sentuh yang Gagal

BlackBerry Storm adalah upaya BlackBerry memasuki era layar sentuh pada 2008. Ponsel ini menggunakan teknologi SurePress untuk meniru sensasi tombol fisik.

Sayangnya, performanya mengecewakan. Browser lambat, layar sulit di gunakan, dan sistem sering mengalami gangguan.

Tingkat kerusakan tinggi membuat banyak unit harus di ganti, bahkan operator mengalami kerugian besar. Produk ini menjadi salah satu titik awal meredupnya pamor BlackBerry.

Kesimpulan: Canggih Saja Tidak Cukup

Deretan ponsel ini membuktikan bahwa teknologi canggih saja tidak menjamin kesuksesan. Faktor kenyamanan pengguna, stabilitas sistem, dan pemahaman tren pasar menjadi kunci utama.

Kesalahan dalam aspek tersebut bisa berujung fatal, bahkan bagi brand sebesar Nokia, Siemens, Apple, hingga BlackBerry.***

Redaksi SB

Recent Posts

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Regulasi baterai dari Uni Eropa kembali menjadi sorotan menjelang penerapannya pada 18…

47 menit ago

Barapa Harga Terbaru All Yamaha Vixion 2026? Ini Tipe Tertinggi

SIGNALBERITA.COM – Selama ini Yamaha Vixion selalu di kenal salah satu motor sport naked 150cc…

3 jam ago

Kode Redeem FF 24 April 2026: Buruan Klaim Bundle, Skin, hingga Diamond Gratis

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Free Fire kembali menghadirkan deretan kode redeem terbaru yang bisa diklaim pemain…

4 jam ago

Anak Indonesia Dibatasi Gunakan YouTube, Bagaimana Nasib YouTube Kids?

JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – YouTube melakukan pembatasan penggunaan bagi anak-anak. khususnya terkait pengguna di bawah usia…

5 jam ago

Jangan Sampai Salah Bawa! Ini Perlengkapan Haji 2026 yang Wajib Disiapkan

SIGNALBERITA.COM - Memasuki keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 2026, jemaah perlu memperhatikan barang yang…

6 jam ago

Honda BeAT Street 2026 Tampil Garang dan Irit, Segini Harga Terbarunya

SIGNALBERITA.COM – Honda BeAT Street 2026 kembali menghadirkan Model terbaru ini hadir dengan tampilan yang…

7 jam ago