Gusdur saat duduk bersama orang
Meskipun mantan presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid yang biasa di panggil Gus Dus telah tiada. Namun setiap pandangan dan pendapatnya masih tetap menjadi referensi dalam Pesantren di Indonesia.
Seperti dalam kacamata Gus Dur, pesantren adalah subkultur yang teguh, sebuah entitas yang dengan keunikan pola hidupnya, mampu menjelma benteng kokoh yang tak lekang oleh zaman. Ia bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan sebuah peradaban mini yang setia memegang teguh nilai-nilai luhurnya selama berabad-abad.
Di antara jajaran kiai pengasuh pesantren, hati Gus Dur terpaut pada sosok Kiai Sahal Mahfudz dari Kajen. Panggilan akrab “Man” atau paman adalah sapaan penuh kehangatan Gus Dur bagi Rais Aam PBNU itu. Kisah Kiai Sahal pun di abadikan Gus Dur dalam goresan pena berjudul “Kiai Pencari Mutiara”, sebuah judul yang mengisyaratkan kedalaman pandang dan pemikiran sang kiai.
Kiai Sahal, dalam pandangan Gus Dur, adalah mercusuar progresivitas. Salah satu alasannya terhampar pada keterbukaan Kiai Sahal dalam menyambut uluran tangan LP3ES untuk program pengembangan masyarakat. Tak tanggung-tanggung, Kiai Sahal memimpin sebuah kerja yang sebelumnya tak terbayangkan bagi seorang kiai pesantren: dari pelestarian lingkungan, pengenalan teknologi terapan bagi penduduk desa, hingga merintis pengembangan organisasi ekonomi mandiri di tengah masyarakat pedesaan. Buah nyata dari tangan dinginnya adalah “kerupuk tayamum”, sejenis kerupuk tapioka yang di goreng dengan pasir, sebuah inovasi yang lahir dari kearifan lokal.
Lebih jauh lagi, Kiai Sahal dikenal sebagai kiai dengan cakrawala fikih yang luas. Fikih Sosial adalah manhaj yang ia perkenalkan untuk menukik pada permasalahan sosial yang kian kompleks. Ini adalah sebuah model pengembangan fikih yang bukan sekadar membaca teks, melainkan mengontekstualisasikan kitab kuning, menghidupkannya melalui contoh-contoh nyata aplikasi kaidah-kaidah ushul fiqh dan qawaid fiqhiyah. Baginya, fikih bukanlah dogma normatif yang beku, melainkan konsep aktif-progresif yang senantiasa bergerak dan beradaptasi. Sebuah pemahaman yang bersemi seirama dengan gagasan “pribumisasi Islam” yang pernah di gagas Gus Dur.
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…