Petani Mulai Cemas 78 tanaman Padi rusak
Kerinci SB – Para petani di Kerinci Mulai camat Karena lahan dan tanaman padi mereka alami rusak akibat musim kemarau, seperti yang diutarakan oleh petani Air Hangat Timur, Aril, mengatakan padi warga Koto Tebat sudah banyak yang mati karena kekeringan.
” Ya, padi sudah banyak yang rusak karena kekeringan, ini akibat tidak ada air sehingga padi alami rusak, kemunkinan padi yang rusak akan terus bertambah luasnya,”katanya
Sementara itu. Data yang di peroleh dari dinas Tanaman Pangan terdapat 78 Hektar jalan sawah di Kerinci alami kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda kabupaten Kerinci, data yang di peroleh media ini bahwa kekeringan terparah terdapat di kecamatan Air Hangat Timur seluas 44 hektar.
Dari data yang berhasil di peroleh media ini dari dinas Tanaman pangan, beberapa kecamatan yang alami kekeringan yakni kecamatan Air Hangat terdapat di desa Pasar Semurup dan Sawan jaya 7,5 hektar, kemudian di kecamatan Air Hangat Timur di desa Sungai Tutung , Desa Baru Sungai Deras dan Koto Tebat seluas 44 hektar.
Kemudian di kecamatan Depati Tujuh terdapat di Desa Kubang dan Koto lanang dengan total 23 hektar, Danau Kerinci di desa Pendung Talang Genting seluas 8 hektar kemudian di bukit kerman Di Desa Lolo seluas 1 hektar.
Kabid Tanaman Pangan, Heriawan, kepada media ini mengatakan bahwa saat ini sudah ada sekitar 78 Hektar Tanaman Padi petani yang kekeringan alias rusak mulai dari rusak ringan sedang hingga berat akibat kekeringan. ” 78 Hektar ini terdapat di beberapa kecamatan seperti, Air Hangat, Air Hangat Timur, Depati Tujuh Danau Kerinci dan Kecamatan Bukit Kerman,”jelasnya
Ini data khusus tanaman yang mengalami kerusakan akibat kekeringan, dengan usia tanam mulai seperti di kecamatan Air hangat usia tanam padi yang terdampak 45 hari sampai dengan 60 hari, kemudian di kecamatan Air Hangat Timur, di desa Sungai Tutung usia tanam mulai dari 30 sampai 75 hari, kemudian di desa Sungai Deras. 15 sampai 35 hari tanam kemudian di desa koto Tebat 30 sampai dengan umur 40 hari.
Di Kecamatan Depati Tujuh seperti di desa Kubang usia tanam padi yang alami kerusakkan 25 hari tanam sampai 90 hari tanam artinya sudah hampir pangan, kemudian di kota Lanang 21 hari tanam sampai dengan 85 hari tanam. Untuk kecamatan Danau Kerinci usia tanam padi yang alami kekeringan 10 hari sampai 40 hari tanam, dan kemudian Bukit Kerman 16 hari sampai 30 hari tanam. ” data ini berdasarkan pantauan petugas mulai dari 16 sampai dengan 22 September untuk musim tanam Bulan April dan September,”ungkapnya.
Pantauan media ini dilapangan memang terpantau lahan sawah dan padi masyarakat sudah mengalami kekeringan seperti yang ada di kecamatan Depati Tujuh mulai dari desa Kubang hingga ke desa koto Lanang sudah kekeringan. (Dan)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…