JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemajuan suatu negara sangat bergantung pada kemampuan memanfaatkan potensi para akademisi, ilmuwan, dan peneliti. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan dan inovasi yang mampu mendorong pembangunan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Sarasehan Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat, yang dihadiri sekitar 2.600 guru besar, dosen, peneliti, dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan kampus merupakan pusat lahirnya sumber daya manusia unggul yang dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan bangsa. Karena itu, pemerintah memandang penting keterlibatan kalangan akademik dalam proses pengambilan kebijakan.
Presiden menjelaskan bahwa sejak awal pemerintahannya ia berupaya melibatkan banyak profesor dan pakar di berbagai sektor strategis. Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan yang diambil memiliki landasan ilmiah dan didukung oleh keahlian yang memadai.
Menurut Prabowo, keberhasilan sebuah organisasi maupun negara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kelengkapan fasilitas, melainkan oleh kualitas manusia yang mengoperasikannya. Ia mengibaratkan seorang pemimpin sebagai nakhoda kapal yang membutuhkan awak profesional agar perjalanan menuju tujuan dapat berlangsung dengan baik.
Selain menyoroti pentingnya kontribusi akademisi, Presiden juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengedepankan kepentingan bangsa di atas berbagai perbedaan pandangan. Ia meyakini seluruh elemen pendidikan tinggi memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menilai perbedaan pemikiran merupakan hal yang wajar di lingkungan akademik. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk melahirkan solusi bersama, bukan menjadi penghalang dalam membangun bangsa.
Mengacu pada berbagai pelajaran sejarah yang dipelajarinya, Presiden menyebut banyak negara mampu berkembang karena para elite, ilmuwan, dan pemimpinnya mampu bekerja sama. Sebaliknya, negara yang gagal membangun kolaborasi di kalangan elite cenderung sulit mencapai potensi terbaiknya, bahkan rentan mengalami konflik dan kemunduran.
Karena itu, Prabowo berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas ilmiah terus diperkuat sehingga hasil riset, inovasi, dan pemikiran akademik dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…