Presiden FIFA Gianni Infantino Digugat Terkait Dugaan Intervensi Kasus Balogun

Jakarta – Presiden FIFA, Gianni Infantino, resmi di gugat ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.

Gugatan di ajukan lembaga advokasi independen FairSquare menyusul kontroversi penangguhan sanksi kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026.

Mengutip Reuters, FairSquare menilai Infantino melanggar Kode Etik IOC karena di duga menunjukkan keberpihakan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, termasuk dalam keputusan yang memungkinkan Balogun tetap tampil di babak 16 besar.

Balogun sebelumnya mendapat kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar. Berdasarkan regulasi FIFA, hukuman kartu merah langsung seharusnya berlaku otomatis dan tidak dapat di ajukan banding.

Penangguhan Skorsing Balouun

Namun, pada 5 Juli, FIFA mengumumkan penangguhan pelaksanaan skorsing Balogun selama masa percobaan satu tahun berdasarkan Pasal 27 FIFA Disciplinary Code (FDC). Keputusan tersebut memicu kontroversi karena FIFA tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan penangguhan sanksi.

Infantino mengakui sempat menerima panggilan telepon dari Donald Trump yang meminta FIFA meninjau kembali insiden tersebut. Meski demikian, ia membantah telah mengintervensi proses pengambilan keputusan badan peradilan independen FIFA.

Trump sendiri mengaku hanya meminta peninjauan ulang karena menilai insiden yang melibatkan Balogun bukan merupakan pelanggaran serius. Menurutnya, keputusan wasit mengeluarkan kartu merah merupakan kesalahan.

Meski akhirnya dapat bermain, Balogun gagal membawa Amerika Serikat melangkah lebih jauh setelah timnya kalah telak 1-4 dari Belgia di babak 16 besar.

Selain kasus Balogun, FairSquare juga menuduh Infantino melakukan sejumlah tindakan yang di nilai melanggar prinsip netralitas politik IOC. Tuduhan tersebut meliputi dukungan terbuka terhadap pencalonan Donald Trump sebagai penerima Nobel Perdamaian, kehadiran dalam acara pelantikan Trump, pemberian FIFA Peace Prize kepada Trump, serta promosi platform penggemar Piala Dunia yang di duga di manfaatkan untuk pengumpulan data pemilih.

FairSquare menyatakan laporan serupa sebelumnya telah di sampaikan kepada Komite Etik FIFA pada Desember lalu dan mendapat dukungan dari Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) serta 50 anggota Parlemen Eropa pada Juni 2026.(*)

Redaksi SB

Recent Posts

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

33 menit ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

5 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago

Atari Bangkit dari Masa Sulit, Raup Keuntungan Berkat Strategi Game Klasik

JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…

6 hari ago

Wali Kota Alfin Lepas Paskibraka Sungai Penuh untuk Tugas Nasional dan Provinsi Jambi

SUNGAI PENUH, Signalberita.com – Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, secara resmi melepas para pelajar…

6 hari ago