Produsen Mobil Global Kian Tertekan, China Ambil Alih Panggung Industri Otomotif Dunia

SB – Dominasi produsen mobil asal Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang di pasar global mulai tergeser. Perusahaan otomotif China kini tampil sebagai kekuatan baru yang tidak hanya unggul dalam kendaraan listrik (electric vehicle/EV), tetapi juga dalam teknologi baterai, perangkat lunak, hingga efisiensi manufaktur.

Fenomena tersebut terlihat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sepanjang 2025, penjualan mobil merek China mencapai lebih dari 113 ribu unit atau sekitar 14 persen dari total pasar nasional. Angka itu meningkat dua kali lipat di banding tahun sebelumnya, menunjukkan semakin besarnya penerimaan konsumen terhadap merek-merek seperti BYD, Wuling, dan Chery.

Di pasar global, China kini mengekspor sekitar tujuh juta kendaraan setiap tahun. Hampir separuhnya merupakan kendaraan listrik.

Keunggulan China di dorong oleh biaya produksi yang lebih rendah, rantai pasok yang terintegrasi, serta dukungan pemerintah yang besar terhadap industri kendaraan listrik dan baterai. Sejumlah lembaga riset memperkirakan biaya produksi mobil listrik di China bisa sekitar 30 persen lebih murah dibanding negara-negara maju.

Bersaing ketat antar perusahaan

Persaingan ketat di dalam negeri juga memacu inovasi. Perusahaan teknologi seperti Xiaomi, Huawei, dan Alibaba ikut terjun ke industri otomotif, membawa pengalaman pengembangan perangkat lunak dan ekosistem digital ke dalam kendaraan modern.

Di pabrik Xiaomi di Beijing, satu unit mobil dapat di produksi setiap 76 detik. Sementara itu, produsen seperti BYD terus mengembangkan teknologi pengisian daya cepat yang mampu menambah jarak tempuh ratusan kilometer hanya dalam beberapa menit.

Perubahan besar ini membuat produsen otomotif tradisional menghadapi tekanan serius. CEO Honda Toshihiro Mibe bahkan mengakui sulitnya mengejar kemajuan teknologi yang dicapai pabrikan China. Senada, CEO Ford Jim Farley menyebut banyak produsen Barat kini berjuang untuk mempertahankan daya saing mereka.

Data industri menunjukkan pangsa pasar merek asing di China turun drastis dari sekitar 64 persen pada 2020 menjadi sekitar 32 persen pada 2026. Penurunan tersebut berdampak pada sejumlah perusahaan besar seperti General Motors dan pabrikan Jerman yang selama ini menjadikan China sebagai pasar utama.
Kondisi tersebut mendorong perubahan strategi.

Beberapa produsen global kini memilih bekerja sama dengan perusahaan China untuk memperoleh akses teknologi. Volkswagen, misalnya, berinvestasi pada XPeng guna mempercepat pengembangan kendaraan listrik dan sistem perangkat lunak generasi baru.

Langkah serupa di tempuh Stellantis yang memperluas kolaborasi dengan Dongfeng. Produsen lain seperti Toyota, Hyundai, Ford, dan Nissan juga meningkatkan aktivitas riset serta pengembangan di China.

Meski demikian, pasar domestik China mulai menghadapi tantangan berupa perlambatan pertumbuhan, kelebihan kapasitas produksi, dan perang harga yang menekan keuntungan perusahaan. Situasi itu mendorong produsen China semakin agresif melakukan ekspansi ke Eropa, Asia Tenggara, dan berbagai negara berkembang lainnya.

Chinq Pusat grativikasi Industri Otomotif

Para analis menilai pusat gravitasi industri otomotif dunia kini telah bergeser ke China. Negara tersebut tidak hanya menjadi basis produksi kendaraan listrik terbesar, tetapi juga pusat pengembangan baterai, perangkat lunak, dan teknologi mobilitas masa depan.

Perusahaan yang mampu beradaptasi dan menjalin kolaborasi dengan pelaku industri China di nilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam persaingan global yang semakin ketat.(*)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

1 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

2 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

3 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago