JAKARTA-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 mampu dijalankan secara efektif, efisien, dan akuntabel, sekaligus menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada DPR RI dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan APBN sepanjang tahun anggaran 2025 melalui pengawasan serta sinergi yang dinilai berjalan dengan baik.
Menurutnya, pengelolaan keuangan negara sepanjang tahun lalu juga memperoleh pengakuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sehingga pemerintah berhasil mempertahankan capaian tersebut selama sepuluh tahun berturut-turut sejak laporan keuangan tahun 2016.
Purbaya menyebut keberhasilan mempertahankan opini WTP menjadi indikator kuat bahwa tata kelola keuangan negara terus diarahkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dunia serta fragmentasi perdagangan internasional. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya rantai pasok global, meningkatnya volatilitas pasar keuangan, hingga memperbesar ketidakpastian terhadap pertumbuhan ekonomi berbagai negara.
Meski demikian, pemerintah menilai APBN tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai instrumen penyangga (shock absorber) melalui kombinasi kebijakan fiskal yang responsif dan koordinasi erat dengan kebijakan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2025 pun dinilai tetap solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,11 persen, didukung konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen serta investasi yang meningkat 5,09 persen. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih bergerak positif meskipun tekanan eksternal terus berlangsung.
Selain pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, pemerintah juga berhasil mengendalikan laju inflasi. Hingga akhir 2025, inflasi berada di level 2,92 persen secara tahunan (year on year/yoy). Stabilitas harga tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas berbagai program perlindungan sosial yang dibiayai melalui APBN.
Purbaya menegaskan pemerintah akan terus mengoptimalkan APBN sebagai instrumen strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, melindungi masyarakat dari dampak gejolak ekonomi global, serta memastikan agenda pembangunan tetap berjalan sesuai target meskipun kondisi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…