Qatar Pulang Kampung dari Pesta Piala Dunia 2026
JAKARTA, Signalberita.com – Setelah kalah dari 1-3dari Bosnia dan Herzegovina di group B, Timnas Qatar di ajang Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat.
Hasil tersebut membuat Qatar menutup fase grup sebagai penghuni dasar klasemen dengan hanya mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan. Sebelumnya, tim berjuluk The Maroons itu bermain imbang melawan Swiss sebelum di hajar Kanada dengan skor telak 0-6.
Kekalahan dari Bosnia sekaligus memastikan Qatar gagal melangkah ke babak 32 besar. Sementara Swiss dan Kanada berhasil mengamankan tiket lolos sebagai dua tim terbaik di Grup B.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Seattle, Bosnia lebih dulu membuka keunggulan sebelum Qatar mampu menyamakan skor. Namun, dua gol tambahan yang di cetak Bosnia pada babak kedua membuat wakil Asia tersebut tak mampu bangkit.
Kegagalan ini menjadi sorotan karena Qatar sebelumnya di kenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia. Mereka sukses meraih gelar juara Piala Asia secara beruntun pada 2019 dan 2023.
Namun di panggung dunia, performa Qatar justru jauh dari ekspektasi. Sepanjang fase grup, mereka hanya mampu mencetak dua gol dan harus kebobolan sebanyak 10 kali.
Kekalahan telak 0-6 dari Kanada bahkan menjadi salah satu hasil paling mencolok yang dialami tim Asia pada turnamen kali ini.
Tersingkirnya Qatar langsung memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak netizen yang mengaitkan kegagalan tersebut dengan berbagai kontroversi yang pernah menyelimuti perjalanan Qatar di kompetisi Asia.
Sebagian warganet menilai Qatar tampil jauh berbeda ketika bermain di level dunia di banding saat berlaga di kawasan Asia. Bahkan, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) turut menjadi sasaran kritik dan sindiran.
Beberapa komentar bernada satir bermunculan, mulai dari menyebut Qatar sebagai “lumbung gol” hingga mempertanyakan kualitas tim yang di nilai tidak mampu bersaing ketika menghadapi lawan-lawan dari luar Asia.
Ada pula yang menyinggung berbagai kontroversi terkait keputusan wasit dan keuntungan sebagai tuan rumah yang sempat menjadi perdebatan dalam beberapa kompetisi sebelumnya.
Kegagalan Qatar di Piala Dunia 2026 menjadi ironi tersendiri. Status sebagai juara Asia dua edisi beruntun ternyata belum cukup untuk membawa mereka bersaing di level global.
Dengan hanya meraih satu poin, mencetak dua gol, dan kebobolan 10 kali, Qatar harus mengakhiri turnamen lebih awal sekaligus menerima gelombang kritik dari publik sepak bola dunia.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Qatar untuk kembali membangun kekuatan tim dan membuktikan bahwa dominasi mereka di Asia dapat di terjemahkan menjadi prestasi di kompetisi internasional yang lebih tinggi.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…