Categories: Ekonomi & Bisnis

Risiko Tersembunyi di Balik Masa Depan Bitcoin, Ini Kata CEO CryptoQuant

JAKARTA, Signalberita.com – Prediksi Aset Kripto untuk masa depan akan mendapatkan tantangan. Berdasarkan kata CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, bahwa ancaman terbesar Bitcoin (BTC) di masa depan bukan hanya berasal dari penurunan harga secara tajam, melainkan dari kondisi stagnasi panjang yang dapat melemahkan kepercayaan pasar.

Menurutnya, fase harga yang bergerak datar dalam waktu lama dapat menjadi risiko serius karena mampu mengurangi minat investor, melemahkan permintaan, serta membuat narasi pertumbuhan Bitcoin kehilangan daya tarik.

Risiko “Kebosanan” Bisa Lebih Berbahaya dari Crash

Ki Young Ju menyebut risiko terbesar Bitcoin bukan selalu berasal dari aksi jual besar-besaran. Sebaliknya, kondisi pasar yang sepi pergerakan atau sideways berkepanjangan dapat perlahan mengikis optimisme investor.

Berbeda dengan penurunan tajam yang sering memicu peluang beli baru, stagnasi membuat pasar kehilangan dorongan emosional. Investor menjadi kurang terdorong untuk masuk karena tidak melihat katalis pertumbuhan yang kuat.

Menurutnya, Bitcoin secara historis sering bangkit setelah mengalami tekanan besar karena muncul kembali gelombang optimisme dan aliran dana baru.

Adopsi Institusi Belum Tentu Cukup

Meningkatnya keterlibatan institusi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan Bitcoin. Namun, pembelian dari investor besar saja di nilai belum tentu mampu menjaga momentum jika partisipasi investor ritel terus melemah.

Strategi perusahaan besar yang mengumpulkan Bitcoin melalui instrumen keuangan juga bergantung pada keyakinan pasar yang berkelanjutan.

Jika Bitcoin memasuki periode panjang tanpa kenaikan berarti, tekanan dapat muncul pada model pendanaan berbasis optimisme terhadap aset kripto tersebut.

Bitcoin Membutuhkan Narasi Baru

Selama ini, pertumbuhan Bitcoin didukung oleh berbagai narasi besar seperti “emas digital”, perlindungan terhadap inflasi, hingga konsep kebebasan finansial dan desentralisasi.

Namun, Ki Young Ju menilai sebagian narasi tersebut mulai memasuki tahap matang. Pasar membutuhkan alasan baru yang mampu menarik kembali perhatian investor lama maupun pendatang baru.

Menurutnya, perkembangan seperti keuangan berbasis Bitcoin dan produk digital baru memang menarik, tetapi belum tentu memiliki daya tarik yang sama kuat dengan narasi awal Bitcoin.

Tantangan Antara Institusi dan Investor Ritel

Pasar kripto tidak hanya bergerak berdasarkan modal besar, tetapi juga di pengaruhi oleh keyakinan dan partisipasi komunitas.

Kekhawatiran muncul jika permintaan institusi tidak mampu menggantikan antusiasme investor ritel. Kondisi tersebut dapat membuat reli Bitcoin sulit berlanjut secara berkelanjutan.

Meski demikian, Ki Young Ju tetap melihat peluang jangka panjang Bitcoin masih terbuka. Menurutnya, banyak institusi masih memiliki eksposur rendah terhadap Bitcoin dan proses adopsi masih terus berkembang.

Masa Depan Bitcoin Bergantung pada Katalis Baru

Bitcoin saat ini menghadapi tantangan bukan hanya dari volatilitas harga, tetapi juga dari kebutuhan menemukan kembali daya tarik bagi pasar.

Fase berikutnya mungkin tidak hanya di tentukan oleh kemampuan Bitcoin bertahan dari penurunan harga, melainkan bagaimana aset tersebut menemukan kembali narasi yang mampu menarik investor global.(*)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

2 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

3 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

4 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago