SAROLANGUN, SB-Soal pemotongan SPPD staf honorer di Bagian Kesra Setda Sarolangun, Kepala Bagian Kesra Fuadi buka suara.
Diakuinya, bahwa pemotongan itu dilakukan lantaran adanya peminjaman uang oleh yang bersangkutan. Kemudian dilakukan pengembalian setelah uang SPPD tersebut dicairkan.
“Kita ini kan ada banyak kegiatan yang kita lakukan, mungkin ketika dana itu belum cair. Kita kan minjam uang pribadi dulu untuk ngasih ke staf ini. Namun setelah ditransfer, duit yang dipake tadi tentu dikembalikan lagi, dak mungkin bayar dua kali,” ungkapnya, Senin (4/8/2023).
Terkait adanya pemotongan untuk biaya makan, Fuadi menuturkan, jika ada pemotongan untuk makan. Tentunya, SPPDnya akan dipotong untuk biaya makan tersebut.
“Di SPPD itu kan memang uang makan satu paket dalam itu lah, karena sekarang ini tidak ada lagi uang makan khusus. Jadi semuanya sudah termasuk dalam uang Rp750 ribu tersebut,” ucapnya
Anehnya, pemotongan yang dilakukan itu hanya berlaku untuk para staf saja. Ditanya soal dasar aturan pemotongan tersebut. Dirinya tak banyak komentar.
“Sekarang bukan soal dasar aturannya, kita tidak pernah melakukan itu. Itu cuma prasangka negatif saja, ya sah-sah saja,” tuturnya.
Namun, kata dia, diluar pantaunya juga tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh bawahan. Selaku pimpinan di Bagian Kesra, dirinya mengaku tidak pernah melakukan pemotongan SPPD staf honorer tersebut.
“Selaku pimpinan saya sudah wanti-wanti untuk tidak melakukan hal itu. Saya juga sering mengimbau agar tidak melakukan pemotongan sepeser pun,” akunya
Menariknya, pengakuan antara Kabag Kesra dan staf Fungsional di Bagian Kesra Setda Sarolangun, sangat berbeda.
Sebelumnya, Azra’i staf fungsional Bagian Kesra mengakui, bahwa pemotongan tersebut untuk keperluan biaya makan. Sementara Kabag Kesra Fuadi mengatakan, pemotongan itu lantaran adanya pinjaman dari yang bersangkutan.
“Itu kurang tahu saya kalau dia (Azra’i) mengatakan pemotongan untuk makan, pemotongan itu adanya pinjaman jadi setelah cair maka dipotong sesuai pinjamannya,” sebutnya
Tak sampai disitu, Fuadi juga tak takut untuk bersumpah atas naman Tuhan, bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemotongan tersebut.
“Demi Allah dak ado kami melakukan pemotongan, mungkin dengan manusio biso bae kito berkilah. Tapi dihadapan Tuhan semuanya akan dipertanggungjawabkan,” katanya
Diberitakan sebelumnya, honor Perjalanan Dinas sering dipotong, hal ini dikeluhkan staf honorer yang bertugas di Bagian Kesra Setda Sarolangun. Harusnya, honor tersebut dibayar penuh. Namun, hanya setengah yang dibayarkan.
Informasi yang dihimpun, SPPD yang sudah tertulis sesuai dengan absen tersebut. Akan dicairkan melalui transfer bank, kemudian uang itu kembali diserah kepada atasannya, dan dilakukan pemotongan dengan jumlah yang bervariasi. Mulai dari Rp200 ribu hingga Rp 300 ribu per orangnya.
“Misalnya kita ke Jambi, SPPD nya Rp740 ribu. Kita cuma nerima Rp300 ribu, ada juga yg Rp200 ribu. Kejadian ini kita rasakan sejak lama, cuma kita ga berani mau ngomong,” kata Sumber yang namanya tak ingin disebut.
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan, bahwa sebagian SPPD di Bagian Kesra tersebut. Ia menduga banyak yang fiktif, hanya nama saja yang ada. Tapi, yang bersangkutan tidak pernah menerima uangnya.
“Boleh di cek di bagian umum itu, absennya ada. Namanya ada, tapi uangnya mereka tidak terima. Cuma sekedar namanya aja yang tertera di SPPD itu,” ucapnya.
Sementara itu, Asra’i fungsional di Bagian Kesra Setda Sarolangun menanggapinya, bahwa dirinya tidak pernah melalukan pemotongan SPPD tersebut.
Namun, dirinya mengakui bahwa adanya pemotongan untuk biaya makan. Kata dia, tidak ada anggaran untuk biaya makan.
“Tidak ada kita melakukan pemotongan itu, kita motong itu untuk makan. Kalau makan semuanya balik kepimpinan kan susah juga kita jadinya,” kata Asra’i, Senin (28/8).
Ia menuturkan, SPPD dengan jumlah uang sebesar Rp740 itu semuanya sudah termasuk didalam anggaran itu. Mulai makan hingga penginapan.
“Sebenarnya ke Jambi itu, cuma dapat pa dengan ya be,” ucapnya
“Jadi dak ado pemotongan itu, duit itu kito potong untuk dikumpulkan makan sesamo. Ke Jambi itu dak ado biaya makannyo,” tambahnya
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…