Sosok Ratu Zaleha Kartini dari Tanah Banjar

Ratu Zaleha terlahir dengan nama Gusti Zaleha. Lahir di Muara Lawung, Kesultanan Banjar tahun 1880 dan wafat di Banjarmasin pada tanggal 24 September 1953. Beliau adalah puteri dari Sultan Muhammad Seman bin Pangeran Antasari.

Sebelum ayahnya meninggal, Gusti Zaleha di beri cincin kesultanan dari ayahnya. Sejak itu pula dia menggantikan ayahnya sebagai Sultan dan Pemimpin Perang Tertinggi, lalu diberi gelar Ratu Zaleha. Bersama sang suami, Gusti Muhammad Arsyad, Ratu Zaleha melanjutkan perjuangan ayahnya.

Ratu Zaleha Ajak Suku-suku Bersatu

Ratu Zaleha dapat menghimpun kekuatan dari suku-suku Dayak Dusun, Kenyah, Ngaju, Kayan, Siang, Bakumpai, Suku Banjar. Dia berjuang bersama seorang wanita pemuka Dayak Kenyah bernama Bulan Jihad atau Wulan Djihad. Ada juga nama Illen Masidah dan lain-lain.

Selama masa perjuangan fisik, Ratu Zaleha bersama Bulan Jihad juga memberikan pelajaran baca tulis (Arab Melayu) dan ajaran agama Islam kepada anak-anak Banjar.

Mengajarkan Agama Islam dan Penyuluhan pada Perempuan

Keduanya juga memberi penyuluhan kepada perempuan-perempuan Banjar tentang peranan perempuan, ajaran agama Islam, dan ilmu pengetahuan. Ratu Zaleha adalah tokoh pendidikan wanita atau tokoh emansipasi wanita yang di miliki Kesultanan Banjar.

Ratu Zaleha sangat murka ketika suami dan pasukannya di lumpuhkan Belanda. Suaminya di tangkap, lalu di asingkan ke Buitenzorg atau Bogor pada 1 Agustus 1904.

Meski menderita kelelahan fisik dan batin luar biasa karena menjadi buruan Belanda, Ratu Zaleha menolak menyerah dan terus melawan. Bahkan, senjata kelewang Ratu Zaleha di laporkan pernah memotong leher serdadu Belanda dalam suatu pertempuran di tepian Sungai Barito. Belanda menjulukinya “een gevaarlijke Pagustiaan in Zuid-Borneo” atau Pagustian yang berbahaya di Selatan Borneo.

Pada tahun 1906, Ratu Zaleha di tangkap Belanda di salah satu rumah penduduk di Banjarmasin. Konon, pemilik rumah telah bersekongkol dengan Belanda. Saat itu, fisiknya lemah dan salah satu lengannya terkena tembakan Belanda saat bergerilya di hutan sebelum ia bersembunyi di rumah penduduk.

Ratu Zaleha di asingkan ke Bogor dan bertemu suaminya. Baru setelah era kemerdekaan RI, Ratu Zaleha berhasil kembali untuk bersujud dan mencium tanah Banjar setelah terusir selama 31 tahun.

Pada tanggal 24 September 1953 / 14 Muharram 1373 H.Ratu Zaleha wafat dan di kuburkan di Banjarmasin. Ratu Zaleha meninggal sebagai orang merdeka, sebagai Ratu yang perkasa memegang teguh semangat ayah dan kakeknya. Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting.***

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

19 menit ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

1 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

2 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago