SB – Saat jutaan pasang mata dunia tertuju pada stadion megah, para bintang sepak bola, dan drama pertandingan Piala Dunia 2026, ada satu kisah menarik yang jarang mendapat perhatian: dari mana bola resmi turnamen terbesar di dunia itu berasal?
Jawabannya adalah Sialkot, sebuah kota industri di Pakistan yang telah lama dikenal sebagai pusat produksi perlengkapan olahraga dunia. Kota ini menjadi tempat pembuatan bola resmi Piala Dunia FIFA 2026, Adidas “Trionda”.
Selama lebih dari empat dekade, Sialkot dikenal sebagai penghasil sekitar 70 persen bola sepak dunia. Dari teknik jahitan tangan tradisional hingga teknologi manufaktur modern, industri di kota ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola internasional.
Di balik produksi bola tersebut berdiri Forward Sports Private Limited, perusahaan asal Pakistan yang kini termasuk salah satu produsen bola sepak terbesar di dunia. Perusahaan ini mampu memproduksi sekitar 20,5 juta bola per tahun atau sekitar 1,5 juta bola setiap bulan.
Forward Sports didirikan oleh Khawaja Masood Akhtar pada 1991. Meski berlatar belakang insinyur sipil, Akhtar menerima tantangan untuk terjun ke industri manufaktur bola sepak.
“Saya tidak pernah membayangkan akan berakhir memproduksi bola sepak. Saya tidak memiliki pengalaman dalam industri ini, tetapi saya memiliki pola pikir teknis dan hubungan dekat dengan paman saya sehingga saya menerima tantangan tersebut,” kenangnya.
Pada awal berdiri, perusahaan hanya beroperasi di sebuah ruangan kecil dengan kapasitas produksi sekitar 1.000 bola per bulan. Titik balik besar datang pada 1994 ketika Adidas menjalin kemitraan dengan Forward Sports.
“Salah satu titik balik terbesar terjadi ketika Adidas bermitra dengan kami. Sejak saat itu saya tidak pernah menoleh ke belakang,” ujar Akhtar.
Kerja sama tersebut membuka akses ke pasar internasional dan menjadi fondasi pertumbuhan perusahaan selama puluhan tahun.
Keterlibatan Forward Sports dalam Piala Dunia dimulai pada 2014 saat dipercaya memproduksi bola resmi Piala Dunia Brasil. Kepercayaan itu terus berlanjut pada edisi 2018, 2022, hingga 2026.
Artinya, selama empat edisi Piala Dunia berturut-turut, bola resmi turnamen ini diproduksi oleh perusahaan yang berbasis di Sialkot.
Nama “Trionda” berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “tiga gelombang”, melambangkan tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Bola ini mengusung desain empat panel dengan grafis yang terinspirasi dari simbol khas ketiga negara tersebut.
Kesuksesan Forward Sports tidak hanya ditopang kapasitas produksi, tetapi juga keberanian berinovasi. Perusahaan mulai mengadopsi teknologi thermo-bonded pada 2007 dan terus mengembangkan berbagai teknologi manufaktur modern.
“Teknologi mengubah segalanya. Jika kami tidak beradaptasi, kami akan tertinggal,” kata Akhtar.
Perusahaan juga berinvestasi besar dalam riset dan pengembangan. Menurut Akhtar, divisi penelitian selalu menjadi tempat pertama yang ia kunjungi setiap kali datang ke pabrik.
Saat ini, Forward Sports menggunakan otomatisasi, pemotongan laser, dan berbagai mesin canggih untuk meningkatkan efisiensi serta menjaga kualitas produk. Waktu produksi yang dahulu mencapai 90 hari kini berhasil dipangkas menjadi sekitar 15 hari.
Dalam industri manufaktur olahraga, Forward Sports harus bersaing dengan negara-negara besar seperti China.
“Untuk bersaing dengan mereka dibutuhkan inovasi berkelanjutan, disiplin, dan komitmen terhadap kualitas,” ujar Akhtar.
Setiap bola yang diproduksi melewati berbagai tahap pengujian, mulai dari ketahanan, tekanan udara, daya tahan terhadap air, hingga performa dalam berbagai kondisi permainan.
Saat ini perusahaan mampu memproduksi sekitar 50.000 bola per hari dengan kapasitas maksimal mencapai 75.000 bola per hari. Selain bola sepak, mereka juga memproduksi bola voli, bola tangan, bola futsal, bola pantai, perlengkapan olahraga, hingga sepatu.
Peran Penting Pekerja Perempuan
Di balik keberhasilan perusahaan, Akhtar menegaskan bahwa pekerja perempuan memiliki kontribusi besar terhadap kualitas produksi.
“Salah satu alasan terpenting di balik pertumbuhan kami adalah fokus pada pemberdayaan perempuan. Sebagian pekerjaan terbaik dalam menjahit dan memproduksi bola sepak dilakukan oleh pekerja perempuan,” ungkapnya.
Perusahaan menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk transportasi, layanan kesehatan, dan lingkungan kerja yang aman serta menghormati martabat pekerja.
Meski berhasil membawa nama Pakistan ke panggung olahraga dunia, Akhtar menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan.
“Tidak ada formula rahasia di balik kesuksesan. Untuk bersaing secara internasional, perusahaan harus memenuhi standar ketat dalam kualitas, konsistensi, dan ketepatan waktu pengiriman,” katanya.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak tergoda mengejar hasil secara instan.
“Kesuksesan membutuhkan kerja keras, kesabaran, dan konsistensi. Tidak ada jalan pintas.”
Kini, ketika generasi kedua mulai mengambil peran dalam perusahaan, Akhtar tetap optimistis terhadap masa depan. Ia merangkum filosofi hidup yang membawanya dari sebuah ruangan kecil di Sialkot hingga menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia.
“Segalanya mungkin ketika ada kemauan. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.”
Bola yang bergulir di lapangan Piala Dunia 2026 bukan sekadar alat pertandingan. Di balik setiap tendangannya tersimpan kisah tentang inovasi, kerja keras, dan ketekunan sebuah kota di Pakistan yang berhasil menempatkan industri lokalnya di panggung olahraga dunia.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…
JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…