Sastra & Budaya

Ternyata Ini Asal Usul Cerita Mistik Pusaka Rantai Babi

Ternyata Ini Asal Usul Cerita Mistik Pusaka Rantai Babi

SUGNALBERITA.COM – Pada zaman dahulu kepercayaan terhadap benda masih cukup tinggi. Seperti cerita kisah tentang Pusaka Rantai Babi, sebuah benda bertuah yang konon berasal dari makhluk berbentuk babi.

Konon binatang Babi di sebut merupakan makhluk yang karomah luar biasa, Dalam berbagai catatan kuno, tertulis bahwa babi ini hidup di dalam hutan lebat dan hanya muncul di sumber sungai atau mata air yang suci untuk membersih kan diri nya agar menjadi suci.

Dari cerita kepercayaan spiritual, hanya dalam kondisi tertentu pusaka ini bisa di peroleh.

Saat Babi Keramat mandi di sungai atau mata air yang bersih, ia akan mengeluarkan sebuah benda berbentuk hewan kecil yang telah mengeras seperti besi. Saat terjatuh ke tanah, benda ini berbunyi seperti rantai bergemerincing, sehingga disebut “rantai babi”.

Pusaka ini di percaya memiliki energi spiritual yang besar, mampu memberikan keberuntungan, keselamatan, dan bahkan kekuatan kebal untuk keselamatan bagi pemiliknya.

Namun, ada cara lain untuk mendapatkannya, yaitu melalui pemberian langsung dari Babi Keramat. Jika seseorang di anggap layak, makhluk suci ini akan mendekatinya dengan penuh kewibawaan dan menjatuhkan pusaka itu di hadapan mereka.

Hanya mereka yang memiliki hati yang bersih dan tidak berniat jahat yang bisa menerima pusaka ini tanpa celaka.

Legenda tentang Pusaka Rantai Babi di sebutkan dalam beberapa kitab dari berbagai kerajaan di Nusantara:

1. Kitab suci “Śrīwijayādharmapustaka”

“Manusa tan wruh sira babi kramatan ing guha. Nalika sira wudhu aneng tirta suci, sira metu pusaka saking griwa, lan menawa menungsaning suci manggih, sira masrahaken pusaka.”

(“Manusia tidak mengetahui keberadaan babi keramat yang bersembunyi di gua. Ketika ia mandi di air suci, dari hidungnya keluar pusaka, dan jika manusia yang suci menemukannya, ia akan menyerahkan pusaka itu.”)

Dalam catatan ini, Pusaka Rantai Babi di sebut sebagai warisan dari zaman keemasan Sriwijaya, di berikan kepada para pelaut yang berani dan berbakti kepada dewa-dewa lautan.

2. Kitab Suci: “Serat Wahanatama”

“Ana babi ing wana kang ora kena di sembelih. Yen manungsa kesah ing margi rahayu, babi bakal paring pusaka ingkang awujud lelembut kencana.”

(“Ada babi di hutan yang tidak boleh di bunuh. Jika manusia berjalan di jalan yang benar, babi itu akan memberikan pusaka berbentuk makhluk kecil yang telah mengeras.”)

Dalam Kitab Serat Wahanatama, pusaka ini di sebut sebagai benda suci yang hanya bisa di dapat oleh mereka yang menolak kekerasan dan hidup dengan penuh welas asih.

3. Kitab Suci: “Tatakng Bulau”

“Nayo’ babi jaringa, tatakng bulau iya. Maju nyawa, ngan iya ngama tatakng iya.”

(“Babi itu adalah penjaga, pusakanya adalah anugerah. Jika seseorang memilikinya, maka hidupnya akan selamat.”)

Dalam kepercayaan suku Dayak, pusaka ini melambangkan perlindungan dari roh hutan dan keberanian dalam menghadapi musuh.

4. Kitab Suci: “La Galiga Rantaya”

“Iya sang babi alekmu, magka napasingang pusaka puang-mata, petta pitu patala pangngai.”

(“Babi itu adalah makhluk suci, dan dari hidungnya keluar pusaka yang di berkahi oleh para leluhur.”)

Dalam versi Bugis-Makassar, pusaka ini di percaya sebagai lambang keturunan raja-raja yang mendapatkan perlindungan dari makhluk gaib.

Pantangan pemilik rantai babi:

• Dilarang membunuh babi, karena di anggap sebagai penghianatan terhadap makhluk suci yang memberikan pusaka ini.

• Tidak boleh makan daging babi,

karena Konsumsi  akan membuat pusaka kehilangan energinya.

• Takut terhadap minyak babi, Jika pemilik pusaka ini terkena minyak babi. maka kekuatan pusaka akan melemah.

Jika pantangan ini di langgar, pemiliknya akan mengalami penyakit kulit yang gatal tak tertahankan, yang tidak bisa di sembuhkan dengan pengobatan biasa.

Cara untuk menyembuhkannya adalah mengembalikan pusaka tersebut ke mata air tempat ia di temukan atau mencari babi keramat lainnya untuk mendapatkan pengampunan.

Dari cerita ini bagaimana menurut kamu, apakah kamu percaya memiliki Pusaka rantai Babi ?

Redaksi SB

Recent Posts

Wako Alfin Apresiasi Kenduri Sko Koto Baru, Wujud Pelestarian Budaya Leluhur

SUNGAIPENUH, SIGNALBERITA.COM – Tradisi adat Kenduri Sko Karang Setio TAP di wilayah Depati Dua Nenek,…

12 jam ago

Honda ADV160 2026: Ini Harga Tipe Tertinggi

SIGNALBERITA.COM - Honda ADV160 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu skutik petualang paling di minati…

17 jam ago

Ramuan Bawang Putih dan Madu, Benarkah Efektif sebagai Obat Kuat?

SIGNALBERITA.COM - Ramuan bawang putih dan madu di kenal dalam pengobatan tradisional dan sering di…

17 jam ago

Hati-hati Gusi Gigi Bengkak Bernanah, Ini Cara Mengatasi Agar Cepat Sembuh

SIGNALBERITA.COM - Muncul benjolan berisi nanah sering kali menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada…

19 jam ago

Atletico Singkirkan Barcelona, Arsenal Harus Lebih Waspada di Semifinal Liga Champions

SIGNALBERITA.COM – Arsenal di pastikan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions. Meski sempat…

20 jam ago

ALVA Cervo vs Polytron Fox-R 2026: Mana Lebih Hemat dan Layak untuk Touring?

SIGNALBERITA.COM - Persaingan motor listrik di Indonesia kian panas pada 2026. Dua nama yang paling…

21 jam ago