KERINCI, SIGNALBERITA.COM – Desa Sungai Asam, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, yang pernah di kenal dengan penghasil sentra produksi gula merah yang di pasarkan hingga berbagai daerah di Sumatera dan Pulau Jawa.
Namun, kondisi tersebut kini mulai berubah. Banyak petani perlahan meninggalkan usaha gula merah tradisional dan beralih menanam komoditas hortikultura seperti cabai merah serta kentang yang dinilai lebih menguntungkan.
Meningkatnya biaya produksi menjadi alasan utama petani beralih profesi. Selain membutuhkan proses panjang, produksi gula merah juga memerlukan kayu bakar dalam jumlah besar untuk memasak air tebu hingga menjadi gula cetak.
Salah seorang petani gula merah, Deni, mengatakan banyak petani kini memilih tanaman hortikultura karena proses budidayanya lebih praktis dan hasilnya di anggap lebih menjanjikan.
Menurutnya, pembuatan gula merah membutuhkan tenaga ekstra mulai dari menggiling tebu, memasak nira, hingga proses pencetakan. Sementara keuntungan yang di peroleh semakin menipis akibat tingginya biaya operasional.
Kelangkaan kayu bakar juga memperparah kondisi para petani gula merah di Sungai Asam. Harga kayu bakar yang terus meningkat membuat biaya produksi semakin tinggi.
Petani yang tidak memiliki mesin penggiling tebu maupun tempat memasak sendiri bahkan harus menyewa fasilitas milik pengusaha gula merah setempat dengan biaya sekitar Rp1.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga jual gula merah di tingkat petani saat ini hanya berkisar Rp10 ribu per kilogram sehingga margin keuntungan semakin kecil.
Melihat kondisi tersebut, banyak petani mulai memilih menanam cabai merah dan kentang sebagai sumber penghasilan baru. Komoditas hortikultura di nilai lebih cepat menghasilkan dan memiliki perputaran ekonomi yang lebih stabil di banding usaha gula merah tradisional.
Perubahan pola usaha tani ini membuat lahan tebu di Sungai Asam perlahan mulai beralih fungsi menjadi lahan pertanian hortikultura.
Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa solusi, produksi gula merah khas Sungai Asam di khawatirkan akan semakin menurun bahkan berpotensi hilang di masa mendatang.
Padahal, usaha gula merah selama ini menjadi salah satu warisan turun-temurun masyarakat sekaligus identitas ekonomi lokal yang pernah mengangkat nama Desa Sungai Asam di Kabupaten Kerinci.(Tim)
JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…