TON Diklaim 6.000 Kali Lebih Cepat dari Bitcoin, Pavel Durov Ungkap Data Terbaru
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengungkap klaim mengejutkan terkait performa blockchain The Open Network (TON). Menurutnya, jaringan TON kini mampu memproses transaksi hingga 6.000 kali lebih cepat di bandingkan Bitcoin.
Klaim tersebut muncul setelah TON mencatat waktu finality hanya sekitar 0,6 detik. Sebagai perbandingan, transaksi di jaringan Bitcoin umumnya membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga di anggap benar-benar final dan aman.
Pencapaian itu terjadi setelah TON meluncurkan pembaruan jaringan Catchain 2.0 yang di rancang untuk memangkas waktu finality menjadi di bawah satu detik. Dalam laporan yang di bagikan Durov, TON bahkan di sebut berhasil melampaui sejumlah blockchain besar lain seperti Ethereum, Solana, Avalanche, hingga TRON dalam hal kecepatan finalisasi transaksi.
Dalam dunia blockchain, finality merupakan waktu yang di butuhkan hingga transaksi benar-benar tidak dapat di batalkan atau di ubah lagi. Semakin cepat finality, semakin cepat pula transaksi di anggap aman untuk di gunakan.
Saat ini, TON mencatat finality sekitar 0,6 detik. Angka tersebut jauh lebih cepat di bandingkan beberapa blockchain populer lainnya, seperti Bitcoin yang membutuhkan sekitar 60 menit, Ethereum sekitar 13 menit, dan Solana sekitar 13 detik.
Kecepatan ini membuat TON mulai di lirik sebagai blockchain yang cocok untuk kebutuhan transaksi real-time, termasuk pembayaran digital, game berbasis blockchain, hingga layanan mini apps yang terintegrasi langsung dengan Telegram.
Selain memangkas finality, upgrade Catchain 2.0 juga berhasil menurunkan block time TON menjadi sekitar 400 milidetik. Dengan begitu, jaringan mampu menghasilkan blok baru dalam waktu kurang dari setengah detik.
Meski kalah cepat, Bitcoin memang sejak awal tidak di rancang untuk transaksi instan. Blockchain terbesar di dunia itu menggunakan sistem Proof-of-Work dengan waktu pembuatan blok rata-rata 10 menit.
Dalam praktiknya, transaksi Bitcoin biasanya baru dianggap aman setelah mendapatkan enam konfirmasi blok. Karena itu, total waktu finality Bitcoin bisa mencapai satu jam.
Sebaliknya, TON menggunakan pendekatan Proof-of-Stake yang lebih modern dan di rancang untuk skalabilitas tinggi. Sistem ini memungkinkan proses transaksi berlangsung jauh lebih cepat di banding jaringan blockchain generasi awal seperti Bitcoin.
Meski begitu, banyak investor tetap menilai Bitcoin unggul dalam aspek keamanan dan tingkat desentralisasi jaringan.
Selain membahas performa jaringan, Pavel Durov juga mengungkap bahwa Telegram kini menjadi validator terbesar di ekosistem TON. Telegram disebut telah melakukan staking sekitar 2,2 juta TON dengan nilai mendekati US$2,9 juta.
Langkah ini memperlihatkan keseriusan Telegram dalam membangun ekosistem blockchain mereka, terutama melalui integrasi wallet, pembayaran digital, mini apps, dan layanan berbasis TON lainnya.
Namun, dominasi Telegram sebagai validator terbesar juga memunculkan kekhawatiran terkait sentralisasi jaringan. Sejumlah pengamat menilai konsentrasi validator yang terlalu besar dapat memberikan pengaruh berlebihan terhadap governance blockchain.
Selain itu, meningkatnya jumlah TON yang di kunci untuk staking juga di nilai dapat mengurangi suplai beredar di pasar dan memengaruhi likuiditas perdagangan aset tersebut.
Sepanjang 2026, persaingan blockchain Layer-1 semakin fokus pada tiga aspek utama, yakni kecepatan transaksi, biaya murah, dan pengalaman pengguna.
TON mencoba mengambil peluang tersebut dengan memanfaatkan integrasi langsung ke platform Telegram yang memiliki ratusan juta pengguna aktif di seluruh dunia.
Dengan finality di bawah satu detik, TON kini mulai di pandang sebagai salah satu blockchain yang berpotensi mendukung adopsi massal aplikasi berbasis kripto.
Meski demikian, tantangan terbesar TON tidak hanya soal teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga pertumbuhan pengguna dan aktivitas jaringan agar tetap stabil dalam jangka panjang.
Klaim bahwa TON mampu memproses transaksi 6.000 kali lebih cepat di banding Bitcoin kembali memanaskan persaingan industri blockchain pada 2026.
Lewat upgrade Catchain 2.0, TON berhasil menghadirkan finality super cepat yang di nilai cocok untuk kebutuhan transaksi instan dan aplikasi digital modern. Namun, di balik kecepatan tersebut, muncul pula diskusi mengenai sentralisasi jaringan karena besarnya pengaruh Telegram di ekosistem TON.
Sementara TON fokus pada efisiensi dan pengalaman pengguna, Bitcoin masih mempertahankan keunggulan dalam hal keamanan dan desentralisasi.***
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…