INTERNATIONAL-Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan sedang mengkaji kemungkinan operasi militer tambahan terhadap sejumlah infrastruktur strategis Iran. Langkah tersebut muncul di tengah mandeknya proses diplomasi yang selama beberapa bulan terakhir belum menghasilkan kesepakatan berarti.
Laporan media AS menyebutkan bahwa sasaran yang tengah dipertimbangkan mencakup fasilitas kelistrikan dan jaringan transportasi vital. Pemerintah AS menilai Teheran belum menunjukkan kemajuan signifikan dalam perundingan yang sedang berlangsung sehingga memicu evaluasi terhadap berbagai opsi, termasuk pendekatan militer.
Sinyal ketidakpuasan Washington sebelumnya disampaikan langsung oleh Trump melalui media sosialnya. Ia menuding Iran memperlambat jalannya negosiasi dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi bagi pemerintah Iran.
Di sisi lain, militer Amerika melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan operasi yang dilakukan sebagai respons atas insiden yang melibatkan helikopter Apache milik AS. Serangan itu disebut menyasar sistem pertahanan udara, pusat kendali, serta instalasi radar Iran yang berada di kawasan sekitar Selat Hormuz.
Rangkaian aksi militer tersebut kemudian memicu respons dari Teheran. Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas dan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah, sehingga memperpanjang siklus saling balas serangan antara kedua negara.
Konflik terbaru ini berakar dari serangan yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel pada akhir Februari terhadap sejumlah target di Iran, termasuk kawasan di Teheran. Operasi tersebut menimbulkan kerusakan serta korban jiwa, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke wilayah Israel dan instalasi militer AS di kawasan.
Meski kedua negara sempat mengumumkan gencatan senjata pada awal April, upaya diplomatik berikutnya belum menghasilkan kemajuan berarti. Perundingan yang difasilitasi Pakistan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan konkret, meskipun dialog terus berlanjut.
Hingga kini, delegasi kedua negara masih berupaya menyusun kerangka nota kesepahaman sebagai dasar penyelesaian konflik. Namun, di tengah proses tersebut, insiden militer berskala terbatas masih kerap terjadi, menandakan rapuhnya situasi keamanan dan belum pulihnya kepercayaan antara Washington dan Teheran.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…
JAKARTA, Signalberita.com – Atari kembali menunjukkan eksistensinya di industri gim global setelah berhasil mencatatkan kinerja…