Oplus_131072
SENGETI, SB – Persoalan Sampah menjadi PR yang serius bagi Pemerintah kabupaten Muaro Jambi, pasalnya penumpukan Sampah masih banyak di temukan di beberapa titik di Muaro Jambi.
Salah satunya di Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, tumpukan sampah di keluhkan masyarakat.
Kondisi ini telah berlangsung lebih dari sepekan terakhir dan mulai menimbulkan dampak serius terhadap kenyamanan serta kesehatan masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan sampah menumpuk hingga meluber ke badan jalan. Plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga lainnya berserakan, mengeluarkan bau menyengat yang sangat mengganggu warga dan pengguna jalan. Tidak hanya itu, akses lalu lintas di jalan tersebut pun terganggu, karena lebar jalan yang biasanya bisa di lalui dua mobil kini menyempit akibat timbunan sampah.
“Baunya sangat menyengat, apalagi sekarang musim hujan. Air lindi dari sampah itu mengalir ke mana-mana, jelas ini berbahaya untuk kesehatan,” keluh Suci, salah satu warga RT 13, kepada media, Kamis (2/10/2025).
Menurut Suci, tumpukan sampah ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi sudah menjadi ancaman serius. Ia mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung masyarakat dari arah Citra Raya City (Muaro Jambi) menuju Simpang Rimbo (Kota Jambi) maupun sebaliknya. Dengan kondisi seperti ini, bukan hanya warga lokal yang terdampak, tetapi juga para pengendara dari luar daerah.
“Ini jalur pintasan dari dan ke Kota Jambi. Kalau di biarkan terus begini, akan merusak citra Kabupaten Muaro Jambi sebagai wilayah yang ingin maju. Bagaimana bisa bicara pengembangan, kalau persoalan mendasar seperti sampah saja tak mampu di selesaikan?” tegasnya.
Warga menduga bahwa keterlambatan pengangkutan sampah ini di sebabkan oleh kelalaian dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi. Minimnya frekuensi pengambilan sampah di wilayah tersebut menjadi persoalan klasik yang terus terulang setiap tahunnya, namun tak pernah ada solusi permanen dari pemerintah daerah.
Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan masyarakat (masyarakat), seperti penyakit kulit, diare, dan gangguan pernapasan. Terlebih dengan curah hujan yang tinggi belakangan ini, tumpukan sampah basah menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan nyamuk.
Warga pun mulai meragukan komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang selama ini di gembar-gemborkan sebagai prioritas. Bupati Muaro Jambi sebelumnya telah mencanangkan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan peningkatan layanan kebersihan di seluruh kecamatan. Namun di lapangan, kenyataannya jauh dari harapan.
“Kalau sampah di pinggir jalan saja tidak bisa di tangani, bagaimana dengan visi besar lainnya? Kami butuh bukti, bukan janji,” sindir Suci.
Kekecewaan ini seolah memperlihatkan kegagalan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi terkait di tingkat kabupaten. Warga berharap, persoalan ini tidak di anggap remeh dan segera ditangani secara konkret.
Masyarakat mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup Muaro Jambi segera turun tangan, menurunkan armada pengangkut sampah, dan memastikan wilayah RT 13 kembali bersih.
“Selain itu, di butuhkan penjadwalan yang jelas, rutin, dan transparan agar kejadian serupa tidak terus berulang,”keluhnya.(Gda)
SIGNALBERITA.COM – Saat ini perubahan gaya hidup digital telah membuat masyarakat semakin aktif bertransaksi melalui…
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Kabar gembira bagi PNS, PPPK dan TNI, Polri di seluruh Indonesia, pasalnya…
SIGNALBERITA.COM – Dalam dunia Industri e-commerce setiap harinya selalu berkembang, bahkan Shopee tetap menjadi salah…
MERANGIN, SIGNALBERITA.COM – Dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui berbagai program strategis. Kementerian Pertanian Republik…
JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Guna memberikan performa baru smartphone, kini Infinix telah menghadirkan varian spesial Infinix Note…
SIGNALBERITA.COM– Laptop Axioo kali ini menghadirkan gebrakan baru dengan menghadirkan melalui lini Pongo AMD Series…