JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) memberikan klarifikasi terkait polemik yang muncul setelah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengunggah konten bertema Pride Month dan isu orientasi seksual serta identitas gender di media sosial.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, kampus menegaskan bahwa materi yang dipublikasikan SUMA UI merupakan produk editorial organisasi mahasiswa dan tidak merepresentasikan pandangan resmi universitas.
Menurut UI, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari kehidupan akademik. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan tanggung jawab, etika, serta norma yang berlaku di lingkungan masyarakat.
Pihak universitas juga menekankan komitmennya untuk menjalankan aktivitas akademik berdasarkan nilai-nilai Pancasila, ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, serta prinsip penghormatan terhadap martabat manusia. UI menyatakan kampus harus tetap menjadi ruang dialog yang terbuka, tetapi setiap pandangan perlu disampaikan secara santun dan sesuai dengan kaidah akademik.
Seiring munculnya berbagai respons dari publik, UI mengungkapkan tengah melakukan kajian dan evaluasi internal terhadap persoalan tersebut. Langkah tersebut dilakukan bersama otoritas kampus guna memastikan seluruh kegiatan kemahasiswaan tetap berjalan sesuai kode etik dan tata tertib mahasiswa yang berlaku.
Universitas juga mengajak sivitas akademika maupun masyarakat untuk menjaga suasana yang kondusif dan mengedepankan sikap saling menghormati di tengah perbedaan pandangan yang berkembang.
Sementara itu, alumni Pers Suara Mahasiswa UI turut menyampaikan sikap resmi terkait unggahan yang menjadi sorotan. Melalui akun media sosial Ikatan Alumni SUMA UI, mereka menyatakan keberatan atas konten yang dipublikasikan dengan judul “Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan.”
Alumni menilai unggahan tersebut tidak mencerminkan karakter SUMA UI yang selama ini dikenal menjunjung keberagaman, menjaga independensi, serta mengedepankan prinsip nonpartisan dalam praktik jurnalistik mahasiswa. Mereka mengungkapkan telah memberikan masukan kepada redaksi agar mempertimbangkan sensitivitas sosial yang berkembang di masyarakat.
Selain menyesalkan isi konten, alumni juga mengkritik minimnya ruang dialog yang diberikan redaksi terhadap berbagai masukan yang muncul setelah unggahan tersebut dipublikasikan. Menurut mereka, polemik yang terjadi berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas.
Meski demikian, alumni tetap menegaskan dukungannya terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers mahasiswa selama dijalankan secara bertanggung jawab serta mempertimbangkan etika dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat.
Konten yang memicu kontroversi sebelumnya menampilkan ilustrasi siluet Garuda Pancasila dengan latar bendera pelangi serta memuat pembahasan mengenai Pride Month dan isu diskriminasi terhadap komunitas LGBTIQ+. Setelah menuai beragam tanggapan dari publik, unggahan tersebut akhirnya dihapus dari akun media sosial SUMA UI.(*)
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…
MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…