Wabah Influenza Guncang Malaysia, Sekolah Ditutup Sementara

KUALALUMPUR, SIGNALBERITA.COM — Malaysia tengah menghadapi wabah virus influenza A yang meluas di berbagai wilayah. Ribuan siswa terinfeksi, memaksa sejumlah sekolah menangguhkan kegiatan belajar untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan Malaysia, Mohd Azam Ahmad, mengatakan infeksi flu telah terdeteksi di seluruh negeri, meski jumlah pasti sekolah yang di tutup belum di rinci.

“Kami sudah berpengalaman menghadapi penyakit menular sejak pandemi COVID-19. Sekolah di imbau mematuhi pedoman kesehatan, seperti penggunaan masker dan pembatasan kegiatan besar,” ujarnya, Senin (13/10/2025).

Data Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mencatat adanya 97 klaster influenza, mayoritas di lingkungan pendidikan. Menteri Kesehatan, Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad, menyebut lebih dari 80 persen kasus terjadi di sekolah dan taman kanak-kanak.

“Sebanyak 83 persen kasus di laporkan di sekolah dan taman kanak-kanak, terdiri dari 65,8 persen di sekolah dan 17 persen di taman kanak-kanak,” kata Dzulkefly, di kutip dari The Star.

Di Negeri Penang, Ketua Komite Kesehatan Negara Bagian, Daniel Gooi, menyebutkan 18 klaster influenza teridentifikasi sejak awal 2025 — sedikit menurun dari 19 klaster pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, ia mengingatkan potensi lonjakan kasus menjelang akhir tahun.

“Kami memperkirakan peningkatan kasus flu di akhir tahun. Masyarakat di imbau menjaga kebersihan tangan, memakai masker di ruang tertutup, dan menerapkan etika batuk,” ujarnya.

Ahli virologi molekuler dari Universitas Monash, Dr Vinod Balasubramaniam, menilai anak-anak menjadi kelompok paling rentan dalam penyebaran virus.

“Anak-anak memiliki kekebalan lebih lemah, dan aktivitas di kelas, kantin, serta transportasi umum mempercepat penularan,” katanya kepada New Straits Times.

Sementara itu, pakar kesehatan masyarakat, Shaifa Ezat Wan Puteh, menekankan pentingnya vaksinasi tahunan untuk mencegah flu musiman.

“Vaksin influenza di perbarui setiap tahun sesuai perubahan virus dan aman di berikan bagi anak usia enam bulan ke atas,” ujarnya.(Tim)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

1 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

2 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

3 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago