Warga Terdampak Zona Merah Demo di Kantor Pertamina Jambi, Tuntut Kejelasan Status Tanah

JAMBI, SIGNALBERITA.COM — Aksi Demonstrasi warga terdampak penetapan zona merah kembali di laksanakan di depan Kantor Pertamina Jambi, Senin pagi (24/11/2025).

Massa yang terdiri dari pemilik lahan dan masyarakat sekitar berkumpul sejak pagi untuk menyampaikan tiga tuntutan utama yang mereka anggap sebagai bentuk keadilan atas dampak penetapan status tersebut.

Aksi berlangsung tegang namun terkendali. Warga membawa spanduk tuntutan, poster, hingga sebuah keranda mayat sebagai simbol matinya keadilan. Aparat kepolisian terlihat memperketat penjagaan di sekitar lokasi demonstrasi.

Warga Terdampak Zona Merah Demo ke Kantor Pertamina Jambi

Tuntutan Pertama: Dasar Penetapan Zona Merah

Warga mendesak Pertamina memberikan penjelasan resmi mengenai dasar penetapan status zona merah atau blokir Sertifikat Hak Milik (SHM). Mereka menilai kebijakan tersebut di lakukan sepihak tanpa sosialisasi dan tanpa melibatkan masyarakat yang terdampak langsung.

Menurut warga, status zona merah membuat tanah mereka tidak dapat di agunkan di bank, tidak bisa di wariskan, serta menghambat berbagai urusan administrasi penting.

Tuntutan Kedua: Hapus Zona Merah dan Buka Blokir SHM

Massa juga menuntut Pertamina dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) membuka blokir SHM mereka di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Warga menilai pemblokiran tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan.

Koordinator aksi, Syamsul Bahri, menyampaikan bahwa banyak keluarga kini kesulitan mengurus kebutuhan finansial karena tidak bisa menggunakan sertifikat tanah sebagai jaminan.

“Tanah kami tidak bisa diagunkan, tidak bisa turun waris. Ini sangat merugikan,” ujarnya.

Tuntutan Ketiga: Tenggat 7 Hari

Warga memberikan tenggat waktu tujuh hari kepada Pertamina dan pihak terkait untuk menjawab tuntutan mereka secara resmi. Jika tidak ada kepastian dalam periode tersebut, massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar.

Sementara itu, perwakilan warga masih menunggu kesempatan untuk menyerahkan tuntutan tertulis kepada pihak Pertamina. Hingga aksi berlangsung, belum ada pernyataan resmi dari perusahaan.

Aksi ini menjadi lanjutan dari rangkaian protes warga yang merasa dirugikan oleh kebijakan penetapan zona merah, dan diperkirakan akan terus bergulir apabila tidak ada kejelasan dari pihak terkait.(Tim)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

1 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

2 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

3 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago