Windy Sang Pejuang KIP-Kuliah dari Ambon: Membakar Jagung, Menyalakan Harapan
SIGNALBERITA.COM — Di antara hiruk-pikuk malam Kota Ambon, ada nyala bara yang tak sekadar membakar jagung, tetapi juga mimpi. Di sanalah Windy Syalwa Mutmainna, maha
siswi Fakultas Hukum Universitas Pattimura, mengubah asap arang menjadi doa dan ketekunan.
Pagi hari, ia duduk di bangku kuliah, menyimak hukum pidana dan perdata. Namun, ketika matahari tenggelam, ia berganti peran: menjadi penjual jagung bakar di sudut jalan. Tangannya yang cekatan mengipasi bara api adalah tangan yang bercita-cita menggenggam palu keadilan.
“Saya ingin menjadi hakim atau jaksa. Bukan karena jabatan, tapi karena saya tahu rasanya hidup dalam ketidakadilan,” ujar Windy sambil mengoles mentega ke jagung yang mulai hangus di pinggir jalan Ambon, Senin (21/10).
Windy lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, seorang nelayan yang kini berusia 60 tahun, tak lagi mampu melawan gelombang laut dan cuaca yang tak menentu. Sejak SMP, Windy bersama kedua orang tuanya hidup berpindah—dari tanah sewa ke kamar kos mungil yang disulap jadi tempat tinggal.
“Saya takut tidak bisa kuliah karena bapak sudah tua dan tidak bekerja lagi. Akhirnya kami jualan kecil-kecilan untuk bertahan hidup,” tuturnya pelan.
Hampir saja ia menyerah pada keadaan, hingga program KIP-Kuliah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka jalan. Beasiswa itu menjadi pintu bagi Windy untuk melanjutkan pendidikan, menaklukkan keterbatasan, dan menyalakan harapan baru.
Selepas kuliah, Windy mengganti buku dengan bara. Ia menyiapkan jagung, bumbu, dan arang—semuanya hasil jerih payah keluarga. Dari pukul 8 pagi hingga senja, ia menulis hukum; malamnya, ia menulis perjuangan di atas bara api.
“Kuliah online jam 8 pagi. Siang menyiapkan bumbu, sore kuliah lagi. Habis kuliah langsung bantu jualan,” katanya sambil menyeka air mata.
Ia kerap berjualan hingga tengah malam, bahkan dini hari. Di sela waktu menunggu pembeli, Windy membuka buku catatan kuliah. “Kalau lagi sepi, saya belajar,” ujarnya.
Pernah suatu malam, teman kampusnya melintas dan mengenalinya.
“Rasanya ingin bersembunyi,” kenangnya, “tapi saya sadar, rasa malu tak akan membayar biaya kuliah.”
Bantuan KIP-Kuliah menanggung biaya kuliahnya, namun tidak biaya hidup. Karena itu, gerobak jagung bakar menjadi penyambung napas keluarga. Di sela asap dan arang, Windy menghafal pasal, mencatat teori hukum, dan menanam mimpi di antara bara.
“Saya ingin membalas pengorbanan orang tua. Mereka sudah terlalu lelah. Saya ingin membuat mereka bangga,” katanya lirih.
Motivasi terbesarnya datang dari kedua orang tuanya yang tak pernah menyerah meski sering dihina.
“Kami sering dicaci. Tapi saya ingin buktikan, anak mereka juga bisa,” ucap Windy, menatap bara yang mulai redup.
Sebelum menutup percakapan, ia mengirim pesan untuk orang tuanya:
“Mama, Papa, tenang saja. Windy akan selesai kuliah. Windy akan bikin Mama Papa bangga.”
Windy adalah simbol harapan Maluku. Di bawah langit malam Ambon, di antara asap jagung dan debur ombak, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
“Setiap malam saya membakar jagung, tapi setiap pagi saya membakar semangat untuk menjadi hakim,” katanya tersenyum—senyum yang lebih hangat dari bara api di gerobaknya.
Kisah Windy menjadi bukti bahwa KIP-Kuliah bukan sekadar bantuan finansial. Ia adalah jembatan yang menghubungkan keterbatasan dengan masa depan, dan bukti bahwa tekad manusia mampu mengalahkan nasib.***
JAMBI, Signalberita.com – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam…
JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…
JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…
Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…
JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…
JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…