BUNGO, SIGNALBERITA. COM – Persoalan belum Cairnya Dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Provinsi Jambi, tidak hanya terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Namun juga terjadi di kabupaten lainnya, salah satunya Kabupaten Bungo.
Bahkan, Sejumlah Datuk Rio (Kepala) di Kabupaten Bungo akan mengambil langkah yang lebih tegas, gelombang aksi demo besar-besaran ke Kantor Gubernur Provinsi Jambi akan mereka gelar jika dana Rp70 juta per desa itu tak juga cair hingga 30 Oktober 2025.
Sikap yang mereka ambil ini bukan tanpa alasan, lantaran mereka sudah jenuh menunggu janji yang tidak kunjung terealisasi.
“Kami sepakat menunggu sampai tanggal 30 Oktober. Jika tidak cair, kami akan turun demo,” kata koordinator pertemuan, Afrizal, Senin (20/10/2025).
Untuk diketahui sebelumnya Dana BKBK ini juga pernah di singgung pada Bimtek dan Jambore PABPDSI Provinsi Jambi di Kerinci, pada (11/9/2025) lalu
Al Husori, menyuarakan keresahan soal dana BKBK 2024 yang belum juga cair 70 persen.
Dia juga menegaskan bahwa dana tersebut adalah hak yang harus segera di perjuangkan.
“Setuju semuanya?” teriaknya. Serentak, ratusan anggota BPD se-Jambi yang hadir menyahut penuh semangat.
Namun di balik seruan itu, Al Husori tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pasalnya, Gubernur Jambi yang di harapkan hadir, tak tampak di lokasi acara.
“Kita minta Bapak Gubernur segera mencairkan dana itu. Sayangnya, beliau tidak hadir bersama kita hari ini,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Tidak kunjung cair dana 70 persen BKBK pada tahun 2024 lalu, membuat banyak Kepala Desa di Kerinci dan Sungai Penuh kecewa. Karena janji dari Gubernur Jambi Al Haris, banyak Kades yang terhutang.
“Janjinya akan cair, jadi banyak kades duluan menjalan kegiatan sehingga terpaksa berhutang dulu, agar pembangunan di Desa bisa tetap jalan. Tapi sampai sekarang belum juga di cairkan provinsi Jambi,”ungkap salah seorang Kepala Desa yang minta namanya tidak tulis.(Tim)








