SIGNALBERITA.COM – Layanan klaim BPJS Ketenagakerjaan kini mengalami transformasi besar di tahun 2026. Peserta tidak lagi harus datang sejak subuh untuk mengantre, karena proses klaim kini bisa di lakukan secara online melalui sistem terbaru bernama Lapak Asik.
Inovasi ini membuat pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien.
Lapak Asik Permudah Proses Klaim
Melalui layanan Lapak Asik online, peserta dapat mendaftar klaim dari rumah menggunakan ponsel. Sistem ini memungkinkan pengguna memilih jadwal kedatangan sesuai waktu yang tersedia, sehingga tidak terjadi penumpukan antrean di kantor cabang.
Peserta juga diberikan dua pilihan layanan, yakni:
Klaim online melalui video call
Klaim langsung ke kantor cabang sesuai jadwal
Dengan sistem ini, peserta memiliki fleksibilitas dalam menentukan cara pencairan dana.
Keuntungan Layanan Online
Transformasi digital ini memberikan berbagai manfaat bagi peserta, di antaranya:
Tanpa antre panjang: Tidak perlu datang pagi-pagi hanya untuk nomor antrean
Lebih efisien: Datang sesuai jadwal dan langsung dilayani
Proses lebih cepat: Verifikasi data di lakukan secara digital
Akses mudah: Bisa di lakukan dari mana saja menggunakan smartphone
Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online
Agar proses berjalan lancar, peserta dapat mengikuti langkah berikut:
Akses situs resmi BPJS Ketenagakerjaan dan pilih layanan Lapak Asik
Isi data diri seperti NIK, nomor KPJ, dan nama lengkap
Unggah dokumen penting (KTP, kartu BPJS, buku tabungan, paklaring)
Pilih metode layanan (online atau datang langsung)
Tentukan jadwal sesuai ketersediaan
Ikuti proses verifikasi, baik secara online maupun offline
Tips Agar Klaim Cepat Cair
Untuk mempercepat pencairan dana JHT, peserta disarankan:
Memastikan data yang diinput valid
Menggunakan rekening aktif
Mengunggah dokumen dengan jelas
Memilih jadwal yang tidak terlalu padat
Mengikuti arahan petugas saat verifikasi
Dampak Positif Digitalisasi
Digitalisasi layanan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga transparansi dalam pelayanan publik. Sistem ini juga membantu mengurangi praktik percaloan yang kerap terjadi pada antrean manual.
Peserta kini memiliki kendali penuh atas proses klaim yang lebih modern dan mudah diakses.***












