OTOMOTIF, Signalberita.com — Dalam berkendara Mobil, Rem tangan merupakan komponen yang sangat penting. Apalagi saat memarkirkan kendaraan. Namun terkadang pengendara sering melakukan kesalahan dan saat parkir kendaraannya.
Teknologi rem parkir pada mobil saat ini juga semakin beragam. Selain menggunakan tuas mekanis, sejumlah kendaraan sudah di lengkapi electronic parking brake (EPB) yang dioperasikan melalui tombol.
Makanya pengemudi perlu memahami cara penggunaan rem parkir yang benar. Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata dapat memberikan beban tambahan pada sistem pengereman.
Berikut lima kesalahan penggunaan rem tangan yang sebaiknya di hindari.
1. Menarik Rem Tangan Terlalu Keras
Pada mobil yang masih menggunakan rem tangan mekanis, sebagian pengemudi terbiasa menarik tuas sekuat mungkin dengan anggapan kendaraan akan semakin aman.
Padahal, rem parkir cukup diaktifkan hingga kendaraan benar-benar tertahan dengan stabil. Tarikan berlebihan yang di lakukan berulang kali dapat memberikan tekanan tambahan pada kabel, mekanisme pengunci, serta komponen rem yang terhubung dengan sistem tersebut.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi mempercepat keausan dan memengaruhi setelan rem parkir.
Untuk mobil dengan EPB, pengemudi sebaiknya mengikuti prosedur yang tercantum dalam buku manual kendaraan. Sistem elektronik umumnya di rancang untuk mengatur gaya pengereman sesuai kebutuhan.
2. Lupa Melepas Rem Tangan Saat Mobil Berjalan
Kesalahan ini termasuk yang cukup sering terjadi, terutama ketika pengemudi sedang terburu-buru.
Jika rem parkir mekanis masih aktif ketika mobil mulai berjalan, komponen pengereman akan terus bergesekan dengan roda. Kondisi tersebut dapat meningkatkan panas pada sistem rem dan mempercepat keausan.
Mobil juga bisa terasa lebih berat ketika berakselerasi. Dalam kondisi tertentu, konsumsi bahan bakar dapat meningkat karena mesin harus bekerja melawan hambatan tambahan.
Pengemudi bahkan mungkin mencium aroma seperti bahan terbakar dari sekitar roda apabila kendaraan terus dipaksa berjalan dalam kondisi tersebut.
Selalu Periksa Indikator Dashboard
Sebelum menjalankan kendaraan, biasakan mengecek panel instrumen dan memastikan indikator rem parkir telah menunjukkan kondisi nonaktif.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mencegah kerusakan akibat rem parkir yang masih aktif.
3. Hanya Mengandalkan Rem Tangan Saat Parkir di Tanjakan
Rem parkir memang berfungsi menahan kendaraan saat parkir. Namun, ketika mobil berada di jalan menanjak atau menurun, pengemudi sebaiknya menggunakan langkah pengamanan tambahan sesuai jenis transmisi kendaraan.
Pada mobil manual, posisi gigi dapat di gunakan sebagai pengaman tambahan sesuai kondisi parkir dan rekomendasi pabrikan. Sementara pada mobil otomatis, posisi P (Park) perlu digunakan sesuai prosedur kendaraan.
Jika kondisi lokasi parkir sangat curam atau permukaannya tidak rata, pengemudi dapat mempertimbangkan penggunaan pengganjal roda bila memang di perlukan dan aman di lakukan.
Tujuannya adalah mengurangi beban pada satu sistem penahan kendaraan sekaligus mencegah mobil bergerak sendiri.
4. Mengaktifkan Rem Tangan Saat Mobil Masih Bergerak
Rem parkir bukan pengganti pedal rem utama untuk memperlambat kendaraan dalam kondisi normal.
Mengaktifkan rem parkir secara mendadak ketika mobil masih melaju dapat menyebabkan perubahan gaya pengereman pada roda. Pada kondisi tertentu, hal tersebut dapat mengurangi kestabilan kendaraan, terutama ketika permukaan jalan licin atau basah.
Untuk memperlambat atau menghentikan mobil saat berkendara, gunakan sistem pengereman utama sesuai prosedur.
Jika menghadapi keadaan darurat, pengemudi sebaiknya mengikuti prosedur pengereman darurat yang tercantum dalam buku manual kendaraan.
5. Mengabaikan Tanda-Tanda Rem Parkir Bermasalah
Perubahan pada kinerja rem parkir sebaiknya tidak di anggap sepele.
Pada rem tangan mekanis, tuas yang terasa jauh lebih tinggi dari biasanya, terlalu longgar, atau membutuhkan tarikan berkali-kali bisa menjadi tanda adanya masalah pada mekanisme atau penyetelan.
Begitu juga jika kendaraan masih mudah bergerak meskipun rem parkir telah di aktifkan.
Masalah tersebut dapat berkaitan dengan kabel, mekanisme penyetel, kampas rem, maupun komponen lain yang terhubung dengan sistem rem parkir.
Jangan Menunggu Sampai Kerusakan Parah
Memeriksa kendaraan sejak muncul gejala awal dapat membantu mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih serius.
Jika menemukan perubahan pada kinerja rem parkir, pemilik kendaraan sebaiknya melakukan pemeriksaan di bengkel yang kompeten agar sumber masalah dapat di ketahui lebih cepat.
Rem Parkir Elektrik Tetap Perlu Di rawat
Penggunaan EPB memang membuat pengoperasian rem parkir menjadi lebih praktis. Namun, sistem elektronik juga membutuhkan perhatian.
Gangguan pada kelistrikan, sensor, aktuator, atau sistem kontrol dapat memengaruhi kinerja EPB. Jika muncul lampu peringatan pada panel instrumen, pengemudi sebaiknya tidak mengabaikannya dan melakukan pemeriksaan sesuai rekomendasi pabrikan.
Teknologi otomatis bukan berarti komponen tersebut bebas dari potensi kerusakan.
Cara Menggunakan Rem Tangan dengan Benar
Menggunakan rem parkir sebenarnya cukup sederhana. Pastikan kendaraan telah berhenti sepenuhnya sebelum mengaktifkan rem parkir.
Untuk mobil otomatis, gunakan posisi P sesuai prosedur pabrikan. Pada mobil manual, pilih posisi gigi yang sesuai dengan kondisi parkir.
Setelah itu, pastikan kendaraan benar-benar tidak bergerak sebelum di tinggalkan.
Saat hendak kembali berkendara, pastikan rem parkir telah di nonaktifkan. Periksa indikator pada dashboard sebelum mulai menekan pedal gas.
Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi risiko kesalahan penggunaan rem parkir.
Perawatan Sistem Rem Jangan Di abaikan
Sistem pengereman merupakan bagian penting dalam keselamatan kendaraan. Oleh sebab itu, pemeriksaan tidak seharusnya baru di lakukan ketika muncul suara aneh atau masalah pengereman.
Pemeriksaan berkala dapat mencakup kondisi kampas rem, cakram atau tromol, kabel, minyak rem, serta mekanisme rem parkir.
Interval perawatan sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan karena setiap kendaraan memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda.
Gaya berkendara juga dapat memengaruhi usia komponen. Mobil yang sering membawa beban berat, melewati jalan menanjak, atau di gunakan dalam kondisi kemacetan panjang membutuhkan perhatian lebih terhadap sistem pengereman.
Kebiasaan Kecil Bisa Mencegah Biaya Besar
Penggunaan rem parkir yang tepat bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga keselamatan dan biaya perawatan kendaraan.
Menarik rem terlalu keras, lupa menonaktifkannya, menggunakan rem parkir saat mobil masih berjalan, hingga mengabaikan tanda kerusakan dapat mempercepat masalah pada sistem pengereman.
Karena itu, pengemudi sebaiknya membiasakan diri memastikan kendaraan sudah berhenti sebelum mengaktifkan rem parkir, menggunakan transmisi sesuai prosedur, memeriksa indikator sebelum berkendara, serta segera memeriksakan kendaraan jika muncul gejala yang tidak normal.
Dengan kebiasaan sederhana tersebut, sistem rem parkir dapat bekerja lebih optimal dan potensi biaya perbaikan akibat kesalahan penggunaan dapat di minimalkan.(*)




















