MUAROJAMBI, Signalberita.com – Kasus Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Muaro Jambi Butuh perhatian, karena salam waktu sekitar enam bulan, mencapai 42 kasus, dengan di dominasi lahan Gambut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi mencatat, karhutla terjadi sejak 3 Maret hingga 24 Agustus 2026 Karhutla capai Capai 302,93 Hektare.
Hal ini di benarkan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, menyebut Jaluko mencatat 14 kejadian. Disusul Sekernan dan Kumpeh yang masing-masing mencatat sembilan kasus.
“Data sementara yang kami catat, sejak 3 Maret sampai 24 Agustus 2026 ada 42 kasus karhutla di Muaro Jambi,” kata Anari, Rabu (26/8).
Selain tiga wilayah tersebut, karhutla juga terjadi di Kecamatan Mestong sebanyak lima kasus, Sungai Gelam tiga kasus, serta Maro Sebo dan Taman Rajo masing-masing satu kasus.
“Juli-Agustus Jadi Periode Paling Mengkhawatirkan”katanya.
Karhutla di Muaro Jambi menunjukkan tren peningkatan tajam memasuki pertengahan tahun.
Pada Maret tercatat tiga kasus. Angka tersebut melonjak menjadi 14 kasus pada Juli. Sementara hingga 24 Agustus 2026, tercatat 25 kejadian lainnya.
Lonjakan ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut.
“Kasusnya memang meningkat pada Juli dan Agustus. Kondisi ini menjadi perhatian kami karena sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut,” ujar Anari.
Dari total 302,93 hektare lahan yang terbakar, sebanyak 255,50 hektare merupakan lahan gambut. Sementara 47,43 hektare lainnya merupakan lahan mineral.




















