JAKARTA, Signalberita.com – Sejumlah negara telah berhasil menerapkan pencampuran bensin dengan bioetanol sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Brasil dan India menjadi contoh negara yang di nilai lebih maju dalam pengembangan bahan bakar nabati tersebut.
Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) mengungkapkan, bioetanol dapat di produksi dari berbagai bahan baku lokal, seperti tetes tebu atau molase, sorgum, singkong, aren, dan jagung.
Indonesia Perlu di Terapkan
CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan, Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dalam penerapan bauran energi nabati, khususnya di sektor transportasi. Hal itu disampaikannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Dalam pemaparannya, John menjelaskan bahwa Brasil telah menerapkan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 100 persen atau E100. Sementara itu, India telah mencapai campuran etanol sebesar 20 persen atau E20.
“India sudah E20, jadi kita tidak mau kalah. Kita harus kejar mereka. Kita baru E5,” ujar John.
Menurutnya, Indonesia saat ini baru menerapkan campuran etanol 5 persen atau E5. Produk tersebut telah tersedia di sekitar 170 outlet Pertamina yang tersebar di wilayah Jakarta dan Jawa Timur.
John menegaskan, pengembangan bioetanol berbasis bahan baku lokal berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus mengurangi kebutuhan impor bahan bakar minyak.
“Jadi impor daripada uangnya ke luar, kasih petani,” tegasnya.
Pertamina NRE juga tengah memetakan potensi bahan baku nabati di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan tersebut di harapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
John menjelaskan, produksi bioetanol memiliki peluang untuk dikembangkan secara terdesentralisasi karena bahan bakunya dapat di sesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal masing-masing daerah.
“Energi ini bisa di desentralisasi di semua tempat, tergantung dari kearifan lokal,” tambahnya.
Meski demikian, John menilai pengembangan bioetanol membutuhkan dukungan regulasi yang kuat. Menurutnya, terdapat dua hal penting yang perlu di pastikan, yakni kebijakan mandatori pencampuran etanol dan kepastian pasokan serta harga bahan baku.
“Mandatori dan kepastian feedstock serta harganya,” tandasnya.
Dengan dukungan kebijakan tersebut, Indonesia di harapkan dapat meningkatkan penggunaan bioetanol secara bertahap dan mengejar target campuran bensin E20.
FAQ
1. Apa itu bensin campur bioetanol?
Bensin campur bioetanol adalah bahan bakar yang menggabungkan bensin dengan etanol yang berasal dari bahan nabati, seperti tebu, jagung, singkong, dan molase.
2. Apa arti E5, E20, dan E100?
E5 berarti bahan bakar mengandung 5 persen etanol, E20 mengandung 20 persen etanol, sedangkan E100 merupakan etanol dengan kandungan sangat tinggi.
3. Negara mana yang sudah menerapkan bensin campur bioetanol?
Brasil dan India menjadi contoh negara yang telah mengembangkan penggunaan bioetanol sebagai campuran bahan bakar kendaraan.
4. Berapa campuran bioetanol yang di terapkan Indonesia?
Dalam paparan Pertamina NRE pada Juli 2026, Indonesia di sebut baru mencapai campuran E5 yang tersedia di sekitar 170 outlet di Jakarta dan Jawa Timur.
5. Apa bahan baku bioetanol?
Bioetanol dapat di buat dari tetes tebu atau molase, sorgum, singkong, aren, jagung, dan bahan nabati lainnya.
6. Apa manfaat bensin campur bioetanol?
Pengembangan bioetanol diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat ketahanan energi, dan membuka peluang ekonomi bagi petani.
7. Mengapa Indonesia ingin mengembangkan E20?
Indonesia ingin meningkatkan penggunaan energi nabati di sektor transportasi sekaligus mengejar negara-negara yang lebih maju dalam penerapan bioetanol.
8. Apa kendala pengembangan bioetanol di Indonesia?
Pertamina NRE menilai di perlukan kebijakan mandatori pencampuran etanol serta kepastian pasokan dan harga bahan baku.
9. Apakah bensin E20 sudah berlaku di seluruh Indonesia?
Belum. Berdasarkan informasi dalam berita, Indonesia masih berada pada tahap E5 dan pengembangan menuju E20.
10. Apa peran Pertamina NRE dalam pengembangan bioetanol?
Pertamina NRE memetakan potensi bahan baku nabati di berbagai daerah dan mendorong pengembangan bioetanol berbasis sumber daya lokal.(*)


















