SB — Mantan pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad, menyambut positif kehadiran Nova Widianto di lingkungan Pelatnas PBSI. Ia berharap pengalaman dan kemampuan Nova dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ganda campuran Indonesia.
Tontowi menyampaikan pandangannya saat menghadiri Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (10/9/2026).
Tontowi sendiri kini menjalani peran berbeda setelah memutuskan pensiun sebagai pemain pada 18 Mei 2020. Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana Natsir tersebut ikut terlibat sebagai bagian dari tim pencari bakat dalam Audisi Umum PB Djarum 2026.
Selain di Kudus, Tontowi sebelumnya turut melakukan pemantauan dalam audisi yang di gelar di Pekanbaru dan Makassar.
Menurut Tontowi, tugas sebagai pencari bakat memiliki tantangan tersendiri. Ia harus menilai potensi atlet-atlet usia dini yang perkembangan kariernya masih sulit di prediksi.
“Sebagai pencari bakat saya melihat hanya sebatas potensi peserta. Kalau untuk ke depan tergantung pelatihnya, seleksinya seperti apa. Kalau saya sendiri hanya sebatas itu saja,” ujar Tontowi.
Ia mengaku memantau sejumlah aspek dasar ketika melihat kemampuan calon atlet. Di antaranya teknik pukulan, gerakan kaki atau footwork, cara bermain, hingga insting dalam memperoleh poin.
Tontowi juga memperhatikan bagaimana seorang pemain merespons situasi sulit, terutama ketika sedang tertinggal dalam pertandingan.
“Cara mempertahankan kalau dia sedang tertinggal seperti apa. Itu biasanya dari sana kelihatan,” katanya.
Menurut Tontowi, menilai pemain usia dini tidak bisa hanya berdasarkan kemampuan yang terlihat saat audisi. Perkembangan seorang atlet dalam beberapa tahun ke depan juga sangat menentukan.
“Pastinya susah memantau ini karena mereka usia dini. Belum tentu juga ke depannya seperti apa. Si A dan si B perkembangannya untuk ke depan bagaimana, kita tidak tahu. Makanya kami hanya sebatas melihat potensinya,” ujarnya.
Sementara itu, terkait perkembangan ganda campuran Indonesia dan kedatangan Nova Widianto di Pelatnas PBSI, Tontowi menaruh harapan besar. Pengalaman Nova sebagai pelatih dan mantan pemain di nilai dapat menjadi modal penting untuk membantu meningkatkan kualitas sektor tersebut.
Meski demikian, Tontowi tidak ingin terburu-buru memasang target tinggi, termasuk soal peluang meraih medali emas pada Asian Games 2026.
Menurutnya, hasil di ajang besar seperti Asian Games membutuhkan proses dan persiapan yang matang. Karena itu, perkembangan performa para pemain serta program pembinaan di Pelatnas perlu menjadi perhatian terlebih dahulu.
Tontowi menilai kehadiran sosok berpengalaman seperti Nova diharapkan mampu membantu proses pembinaan dan meningkatkan daya saing ganda campuran Indonesia di level internasional.
Catatan: Saya sengaja menghindari menambahkan detail atau kutipan tentang target Asian Games yang tidak terlihat dalam materi yang Anda kirim. (*)



















