KERINCI, Signalberita.com — Kabut Asap yang kian pekat yang menyelimuti kabupaten Kerinci beberapa pekan terakhir membuat Kualitas udara kian memburuk. Bahkan kasus Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pun meningkat.
Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (12/9/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Kerinci tercatat mencapai 158, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci yang dihimpun melalui 21 puskesmas menunjukkan jumlah kasus ISPA pada minggu ke-35 mencapai 511 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat sebanyak 470 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H. Hermendizal, SKM., MM, mengatakan membenarkan bahwa kasus ISPA mengalami peningkatan setiap pekannya. Setelah sempat mengalami penurunan pada minggu ke-33, jumlah kasus kembali meningkat pada minggu ke-34 dan ke-35.
“Ya, Pada minggu ke-34 dan ke-35 terjadi mengalami peningkatan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, mengingat kualitas udara semakin memburuk dengan ISPU mencapai 158 dan berada dalam kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok rentan,” ujarnya.
Menurutnya, paparan kabut asap tidak hanya meningkatkan risiko gangguan pernapasan, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, termasuk iritasi mata yang menyebabkan mata terasa perih dan memerah.
Meski demikian, sebagian besar gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dampak kabut asap masih dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan rawat jalan di puskesmas.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci juga terus melakukan pemantauan terhadap penyakit yang berpotensi menjadi wabah melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
“Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci secara rutin memantau kasus penyakit yang berpotensi menjadi wabah melalui aplikasi SKDR yang di laporkan oleh 21 puskesmas di lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci,” jelasnya.
Menghadapi kondisi udara yang tidak sehat, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Hermendizal juga meminta masyarakat segera memeriksakan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan seperti mata perih atau sesak napas.
“Kami tetap mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Jika mengalami gejala mata perih atau sesak napas, segera periksa kondisi kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.
Berikut Data kasus ISPA sepanjang beberapa pekan terakhir mengalami fluktuasi.
Minggu ke-10 hingga ke-19:
Minggu 10: 356 kasus
Minggu 11: 145 kasus
Minggu 12: 193 kasus
Minggu 13: 452 kasus
Minggu 14: 425 kasus
Minggu 15: 325 kasus
Minggu 16: 395 kasus
Minggu 17: 341 kasus
Minggu 18: 419 kasus
Minggu 19: 296 kasus
Minggu ke-20 hingga ke-29:
Minggu 20: 410 kasus
Minggu 21: 254 kasus
Minggu 22: 300 kasus
Minggu 23: 404 kasus
Minggu 24: 366 kasus
Minggu 25: 462 kasus
Minggu 26: 375 kasus
Minggu 27: 433 kasus
Minggu 28: 317 kasus
Minggu 29: 369 kasus
Minggu ke-30 hingga ke-35:
Minggu 30: 407 kasus
Minggu 31: 437 kasus
Minggu 32: 454 kasus
Minggu 33: 363 kasus
Minggu 34: 470 kasus
Minggu 35: 511 kasus




















