Signalberita.com – Dalam melakukan penetapan awal Ramadan atau awal Puasa selama ini identik dengan proses rukyatul hilal atau pengamatan hilal. Namun, bagi Muhammadiyah memiliki pendekatan tersendiri melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dengan sistem tersebut, awal bulan Hijriah dapat di hitung dan disusun jauh sebelum Ramadan tiba. Lantas, bagaimana cara kerjanya?
KHGT menggunakan metode hisab astronomi, yakni perhitungan berdasarkan posisi dan pergerakan benda-benda langit. Sistem ini kemudian di padukan dengan konsep kesatuan matlak global serta sejumlah parameter astronomis yang menjadi dasar penentuan awal bulan.
Pendekatan tersebut memungkinkan kalender Hijriah di susun secara sistematis untuk jangka waktu yang lebih panjang.
Kalender Hijriah Global Tunggal?
KHGT merupakan konsep kalender yang di kembangkan untuk menghadirkan sistem penanggalan Hijriah yang berlaku secara global. Dalam penerapannya, perhitungan astronomi menjadi salah satu unsur penting untuk menentukan masuknya bulan baru.
Karena menggunakan perhitungan, tanggal-tanggal penting dalam kalender Hijriah, termasuk Ramadan, dapat di ketahui sebelum waktunya tiba.
Namun, penentuan kalender Hijriah tidak hanya berkaitan dengan persoalan astronomi. Di dalamnya juga terdapat kajian ilmu falak dan pertimbangan fikih yang menjadi bagian dari proses penyusunannya.
Hisab dan Rukyat dalam Penentuan Ramadan
Perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah membuat umat Islam dapat menemukan pendekatan yang berbeda dalam menetapkan awal Ramadan.
Muhammadiyah melalui KHGT menggunakan perhitungan astronomi sebagai dasar penyusunan kalender. Sementara itu, metode rukyat mengandalkan pengamatan terhadap hilal setelah terjadinya ijtimak dengan mempertimbangkan kriteria yang telah ditetapkan.
Dengan KHGT, kalender dapat disiapkan lebih awal sehingga masyarakat bisa memperoleh gambaran tanggal Ramadan jauh sebelum bulan tersebut berlangsung.
Pembahasan mengenai KHGT menjadi bagian dari kajian ilmu falak dan penanggalan Islam yang terus berkembang. Karena itu, memahami cara kerja sistem ini penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui tanggal Ramadan, tetapi juga memahami dasar ilmiah dan fikih di balik penyusunannya.
Pembahasan lebih mendalam mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dapat menjadi bagian berikutnya untuk melihat bagaimana parameter astronomi dan konsep kesatuan kalender diterapkan dalam menentukan awal bulan Hijriah.(***)


















