SUNGAIPENUH, Signalberita.com — Pasca Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengakibatkan akses Jalan Sungai Penuh-Tapan masih lumpuh.
Bahkan, dampak akses jalan tertutup membuat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kota Sungai Penuh, terganggu.
Di beberapa SPBU di kota Sungai Penuh mulai mengalami kekosongan stok Bahan Bakan Minyak (BBM), seperti yang terjadi di SPBU 24.371.20 Pelayang Raya, Kota Sungai Penuh.
Pengelola SPBU 24.371.20 Pelayang Raya, Syadiah, menegaskan bahwa kekosongan stok BBM ini murni disebabkan oleh kendala distribusi akibat faktor alam, bukan karena unsur kesengajaan.
“Sudah tiga hari kami kehabisan stok BBM di depo. Sebelum terjadi longsor, pasokan masih masuk. Namun, sejak Jumat (9/10/2026), distribusi terputus karena mobil tangki pengangkut BBM terjebak di sekitar wilayah Sako atau Desa Jangki Ayam,”ujarnya
Kondisi Stok BBM di SPBU Pelayang Raya
Tingginya curah hujan memicu longsor yang menimbun badan jalan nasional, sehingga truk tangki pengangkut BBM dari armada Teluk Bayur, Padang, tidak dapat melintas menuju Sungai Penuh.
Berdasarkan data ketersediaan per Senin (12/10/2026), berikut rincian stok BBM di SPBU Pelayang Raya:
Pertalite: 0 Kiloliter (KL) (Kosong)
Bio Solar: 0 Kiloliter (KL) (Kosong)
Pertamina Dex: 0 Kiloliter (KL) (Kosong)
Pertamax 92: 11,8 KL (Tersedia)
Pertamax 98: 4,4 KL (Tersedia)
Dexlite: 4,6 KL (Tersedia)
Langkah Antisipasi dan Koordinasi
Pihak pengelola SPBU belum dapat memastikan kapan pasokan BBM akan kembali normal. Pemulihan ketersediaan BBM sepenuhnya bergantung pada penanganan material longsor di jalur nasional tersebut.
Untuk mengantisipasi penumpukan antrean dan ketidaknyamanan masyarakat, pihak SPBU telah memasang papan pengumuman terkait jenis BBM yang mengalami kekosongan. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait dan Pertamina wilayah Padang terus dilakukan agar proses penanganan kelancaran jalur distribusi dapat segera teratasi.
Jalur distribusi Tapan–Sungai Penuh merupakan urat nadi transportasi vital yang menghubungkan wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh dengan Provinsi Sumatera Barat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta menggunakan BBM secara bijak sembari menunggu normalisasi akses jalan.(Fra)
















