LIVERPOOL, Signalberita.com – Everton meraih kemenangan penting setelah menundukkan Newcastle United dengan skor 3-1 pada babak keempat Piala Liga Inggris di Hill Dickinson Stadium. Hasil ini membuka peluang bagi The Toffees untuk melangkah lebih jauh sekaligus mengakhiri puasa gelar yang telah berlangsung selama 31 tahun.
Kemenangan tersebut terasa istimewa bagi Everton. Klub asal Merseyside itu terakhir kali mengangkat trofi utama pada 1995 ketika menjuarai Piala FA. Menariknya, kali ini Everton menyingkirkan Newcastle, klub yang berstatus juara Piala Liga Inggris 2025.
Everton Bangkit setelah Dua Kekalahan Beruntun
Everton menghadapi pertandingan ini dengan modal kurang meyakinkan. Sebelum menjamu Newcastle, tim asuhan David Moyes menelan dua kekalahan beruntun saat menghadapi Chelsea dan Arsenal.
Selain itu, Everton juga tidak memasukkan pemain sayap Jack Grealish ke dalam skuad akibat persoalan disiplin.
Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi para pemain Everton untuk tampil efektif. Setelah melewati tekanan pada awal pertandingan, tuan rumah berhasil membuka keunggulan melalui James Garner pada menit ke-34.
Gelandang tersebut melepaskan tendangan keras yang membawa Everton unggul 1-0.
Everton kembali mencetak gol menjelang turun minum. Pada menit ke-45, Hayden Hackney menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan dari striker Thierno Barry.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama Hackney sejak bergabung dengan Everton dari Middlesbrough pada bursa transfer musim panas 2026.
Thierno Barry Perbesar Keunggulan, Newcastle Hanya Membalas Sekali
Memasuki babak kedua, Everton semakin percaya diri setelah mengantongi keunggulan dua gol. Tim asuhan Moyes mampu mengendalikan permainan dan kembali membobol gawang Newcastle pada menit ke-69.
Kali ini, Thierno Barry mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima assist dari gelandang Kiernan Dewsbury-Hall. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Newcastle berusaha mengejar ketertinggalan. Bek Dan Burn akhirnya memperkecil skor melalui sundulan. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Newcastle dari kekalahan 1-3.
Hasil ini sekaligus menggagalkan ambisi Newcastle untuk mencapai perempat final Piala Liga Inggris untuk kelima kalinya secara beruntun.
Everton Berpeluang Akhiri Penantian Gelar Sejak 1995
Kemenangan atas Newcastle memberikan harapan baru bagi Everton untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi utama.
Terakhir kali The Toffees memenangkan gelar besar terjadi pada 1995 melalui Piala FA. Pada tahun yang sama, Everton juga meraih Community Shield. Sejak saat itu, klub tersebut belum kembali mengangkat trofi utama.
Everton juga belum pernah menjuarai Piala Liga Inggris. Mereka dua kali mencapai partai final, yakni pada 1977 dan 1984, tetapi belum berhasil membawa pulang gelar tersebut.
Jika kembali memenangkan pertandingan pada babak berikutnya, Everton berpeluang mencapai semifinal Piala Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 2016.
Fleetwood Menanti Everton di Babak Berikutnya
Everton akan menghadapi Fleetwood pada pertandingan berikutnya. Klub tersebut saat ini berkompetisi di League Two, kasta keempat sepak bola Inggris.
Meski berasal dari divisi yang lebih rendah, Fleetwood tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan Arsenal, juara bertahan Premier League, melalui adu penalti.
Everton pun harus tetap menjaga konsistensi permainan jika ingin melanjutkan perjalanan di Piala Liga Inggris dan semakin dekat dengan gelar yang telah mereka nantikan selama lebih dari tiga dekade.(*)



















