KERINCI, Signalberita.com – Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB-TNKS) menutup jalur pendakian Gunung Kerinci. Penutupan ini di mulai dari 1 September 2026.
Langkah dari BB-TNKS ini dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini mengingat kondisi Kondisi musim kemarau.
Penutupan jalur pendakian juga mengikuti arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pemerintah meminta pengelola taman nasional menghentikan sementara aktivitas pendakian di sejumlah kawasan konservasi.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pemanfaatan Jasa Lingkungan BB-TNKS, Meri Deswita, mengatakan seluruh akses menuju Gunung Kerinci ikut ditutup.
“BBTNKS akan menutup semua jalur pendakian. Jalur dari Solok Selatan maupun Pintu Rimba di Kayu Aro juga kami tutup,”ujarnya.
Dia menyebut, jalur pendakian tidak hanya terjadi di Gunung Kerinci. Namun, juga ditutup di sejumlah destinasi wisata dalam kawasan konservasi di Indonesia.
BBTNKS mulai menghentikan aktivitas pendakian pada 1 September 2026. Hingga kini, pemerintah belum menentukan waktu pembukaan kembali jalur tersebut.
“Penutupan mulai 1 September 2026 hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan,”tambahnya.
Selain pendaki, BBTNKS juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Meri meminta warga tidak menggunakan api saat membuka lahan perkebunan.
Cuaca kering membuat lahan lebih mudah terbakar. Api juga dapat menjalar dengan cepat ke kawasan hutan.
“Meri mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan. Ia meminta warga tidak membakar lahan, sampah, maupun tumpukan dedaunan,”imbaunya.(Tim)




















