JAKARTA, Signalberita.com – Dalam memarkirkan kendaraan mobil, rem tangan menjadi salah satu komponen penting pada mobil. Karena fungsinya menjaga kendaraan tetap diam ketika diparkir, terutama di jalan yang memiliki kemiringan, sehingga mobil tidak bergerak atau menggelinding.
Kendati demikian para pengemudi perlu memperhatikan cara menggunakan rem parkir. Sebab, membiarkan rem tangan aktif terlalu lama dalam kondisi tertentu berpotensi menimbulkan masalah pada sistem pengereman.
Salah satu risiko yang bisa terjadi adalah kampas rem terlepas dari pelat atau besi penyangganya. Kondisi ini lebih rentan terjadi pada sistem rem belakang jenis tromol karena memiliki bidang kontak kampas rem yang relatif lebih panjang dibandingkan rem cakram.
Jika kampas rem terlepas, kemampuan pengereman kendaraan dapat terganggu. Bahkan, kondisi tersebut bisa membahayakan pengemudi apabila mobil tetap dipaksakan berjalan.
Mengapa Kampas Rem Bisa Terlepas?
Ketika pengemudi mengaktifkan rem parkir, kampas rem belakang akan menekan permukaan bagian dalam tromol atau piringan cakram. Tekanan tersebut membuat roda terkunci sehingga kendaraan tidak mudah bergerak.
Namun, dalam kondisi tertentu, kampas rem dapat melekat pada permukaan tromol akibat kelembapan atau sisa air setelah mobil melewati genangan maupun proses pencucian.
Jika rem parkir dibiarkan aktif dalam waktu lama, kampas rem yang masih basah berpotensi menempel lebih kuat pada permukaan tromol.
Ketika pengemudi kembali menggunakan mobil dan memaksa kendaraan bergerak, kampas rem yang melekat tersebut berisiko terlepas dari pelat penyangganya.
Masalah ini tidak boleh dianggap sepele. Kampas rem yang terlepas dapat mengganggu kinerja pengereman dan berpotensi merusak komponen lain.
Rem Tromol Lebih Rentan Mengalami Masalah
Risiko kampas rem terlepas perlu mendapat perhatian, khususnya pada mobil yang menggunakan sistem rem tromol di roda belakang.
Sistem rem tromol memiliki bidang kontak kampas rem yang cukup luas dengan permukaan bagian dalam tromol. Kondisi tersebut membuat kampas rem berpotensi melekat ketika terdapat kelembapan dan rem parkir terus diaktifkan.
Meski demikian, bukan berarti semua mobil dengan rem tromol akan mengalami masalah tersebut. Kondisi kampas rem, kelembapan, usia komponen, serta perawatan sistem pengereman turut memengaruhi risikonya.
Gunakan Ganjal Ban Jika Mobil Diparkir Lama
Untuk mengurangi risiko kampas rem melekat, pengemudi perlu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum meninggalkannya dalam waktu lama.
Jika mobil baru dicuci atau melewati genangan air, pastikan komponen pengereman sudah cukup kering sebelum kendaraan diparkir dalam waktu panjang.
Penggunaan ganjal ban berupa balok atau tire stopper juga dapat menjadi alternatif untuk membantu menahan posisi kendaraan ketika diparkir.
Namun, ganjal ban harus digunakan di permukaan yang aman dan rata. Pada kendaraan bertransmisi otomatis, posisi tuas transmisi pada P tetap perlu diperhatikan. Sementara itu, untuk mobil manual, gunakan posisi gigi yang sesuai dengan kondisi parkir.
Jika kampas rem diduga sudah melekat atau terlepas, jangan memaksakan mobil berjalan. Segera lakukan pemeriksaan ke bengkel agar sistem pengereman kembali berfungsi dengan baik.
Mencegah kerusakan tentu lebih baik daripada harus menghadapi risiko keselamatan dan biaya perbaikan yang lebih besar. Karena itu, pengemudi sebaiknya tidak hanya memperhatikan penggunaan rem parkir, tetapi juga memastikan kondisi sistem pengereman tetap prima.(*)



















