Signalberita.com – Memasuki tikungan menjadi salah satu situasi yang membutuhkan kontrol kendaraan dan konsentrasi tinggi. Cara pengemudi mengatur kecepatan, posisi kendaraan, pandangan, hingga gerakan setir dapat memengaruhi keamanan saat melewati tikungan.
Pada pengemudi pemula, kesalahan yang cukup sering terjadi adalah baru mengurangi kecepatan ketika kendaraan sudah memasuki tikungan. Kondisi tersebut terkadang diikuti pengereman secara mendadak, terutama ketika pengemudi merasa laju kendaraan terlalu cepat.
Selain itu, pengemudi pemula cenderung terlalu fokus melihat area yang dekat dengan bagian depan kendaraan. Akibatnya, arah tikungan dan kondisi jalur di depan kurang terpantau secara optimal. Gerakan setir juga terkadang dilakukan secara berlebihan sehingga kendaraan harus beberapa kali dikoreksi saat berada di tikungan.
Berbeda dengan itu, pengemudi yang lebih berpengalaman umumnya telah mengatur kecepatan sebelum memasuki tikungan. Posisi kendaraan juga disesuaikan dengan kondisi lajur dan situasi lalu lintas agar tetap berada pada jalur yang aman.
Pengemudi mahir juga cenderung mengarahkan pandangan mengikuti arah tikungan sekaligus memperhatikan kondisi jalur setelah tikungan. Dengan demikian, pengemudi dapat mengantisipasi arah kendaraan tanpa harus melakukan koreksi setir secara berlebihan.
Saat memasuki tikungan, gerakan setir dilakukan secara halus dengan kecepatan yang relatif stabil. Setelah pandangan dan jalur di depan dinilai aman, kendaraan kemudian dapat kembali berakselerasi secara bertahap.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari, terutama bagi pengemudi pemula, antara lain memasuki tikungan dengan kecepatan terlalu tinggi, melakukan pengereman keras di tengah tikungan, hanya berfokus pada ujung kap kendaraan, serta terlalu banyak melakukan koreksi pada kemudi.
Secara sederhana, teknik memasuki tikungan dapat diingat dengan rumus “Kurangi sebelum, lihat arah, belok halus, stabil, keluar dengan aman.”
Dengan memahami tahapan tersebut, pengemudi dapat lebih siap menghadapi tikungan dan mengurangi gerakan kendaraan yang mendadak. Namun, setiap kondisi jalan tetap membutuhkan penyesuaian terhadap kecepatan, cuaca, kepadatan lalu lintas, serta kondisi permukaan jalan.(*)




















