Disebut Atur Proyek, PNS Inisial D di Dinas Tanaman Pangan Kerinci Pilih Bungkam

KERINCI, SIGNALBERITA.COM — Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, berinisial D, menjadi sorotan publik. Ia diduga terlibat dalam pengaturan sekaligus pengerjaan proyek irigasi di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci.

Saat dikonfirmasi Senin, (10/11/2025), D memilih bungkam. Upaya konfirmasi melalui panggilan telepon ke nomor 08126469xxxx tak mendapat respons. Pesan WhatsApp yang dikirim ke nomor lain juga hanya bercentang biru tanpa balasan.

Sebelumnya, sejumlah aktivis antikorupsi di Kerinci mendesak Bupati Monadi untuk menindak tegas dan mencopot D dari jabatannya. Mereka menilai keterlibatan ASN dalam proyek fisik merupakan pelanggaran serius terhadap kode etik dan prinsip netralitas.

“Pejabat ASN yang terlibat pengaturan proyek harus dicopot oleh Bupati Kerinci, termasuk D yang bertugas di Dinas Tanaman Pangan,”ujar Andri, aktivis Kerinci, kepada media ini.

Informasi dari sumber internal menyebutkan, D disebut berperan aktif dalam pengaturan proyek irigasi di beberapa titik di wilayah Hiang, Kerinci.

“Dia yang mengatur semua di beberapa titik. Ada sekitar 24 titik yang lolos pengerjaan,”kata seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan tersebut menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sebab, ASN secara tegas dilarang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek pemerintah, baik sebagai pengatur, pelaksana, maupun penerima manfaat.

Selain melanggar etika profesi, keterlibatan ASN dalam proyek rawan menimbulkan konflik kepentingan dan potensi penyimpangan anggaran. Aktivis menilai, tindakan semacam itu mencederai kepercayaan publik terhadap birokrasi.

“Oknum ASN yang terlibat proyek drainase sangat tidak etis dan berpotensi melanggar kode etik ASN. ASN seharusnya menjadi contoh, bukan malah terlibat kegiatan yang bisa merugikan negara,”ujar seorang aktivis Kerinci lainnya.

Para aktivis juga mengingatkan bahwa keterlibatan ASN dalam proyek bisa berdampak pada kualitas pekerjaan yang rendah serta pengelolaan anggaran yang tidak transparan. Mereka mendesak Pemkab Kerinci segera turun tangan melakukan evaluasi dan pemeriksaan internal. (Tim)

Redaksi SB

Recent Posts

Persaingan Makin Panas, Jorge Martin Antusias Hadapi Paruh Kedua MotoGP 2026

JAKARTA, Signalberita.com – Pebalap Aprilia, Jorge Martin, menyambut penuh optimisme lanjutan MotoGP 2026. Ia menilai…

1 jam ago

Booth Honda Scoopy Ramaikan Jakarta Sneaker Day 2026, Suguhkan Motor Retro

JAKARTA, Signalberita.com – Honda Scoopy menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran Jakarta Sneaker…

2 jam ago

Lihat Es Kopi yang Cocok untuk Kamu yang Berdasarkan Bulan Kelahiran

Signalberita.com - Minuman dingin sering di konsumsi yang panas, salah satunya Es kopi. Namun, minuman…

3 jam ago

Dr. Suci Nora Julina Putri Pimpin Diskusi Seminar Nasional 2026, Bahas Masa Depan Pendidikan Islam di Era Digital

JAMBI, Signalberita.com – Seminar Nasional 2026 yang mengangkat tema “Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital”…

6 hari ago

Jangan Lewatkan Leg Day, Ini 9 Manfaatnya bagi Kesehatan dan Kebugaran

JAKARTA, Signalberita.com – Banyak orang lebih fokus melatih otot tubuh bagian atas saat berolahraga dan…

6 hari ago

Banyak Event Bersepeda Sukses Digelar, Sport Tourism Kota Madiun Kian Bergeliat

MADIUN SB– Kota Madiun terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism melalui penyelenggaraan berbagai ajang…

6 hari ago