PONTIANAK SB — Empat pasangan ganda campuran Indonesia berhasil melangkah ke babak 16 besar Polytron Pontianak International Challenge 2026. Keempat pasangan tersebut adalah Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, Aquino Evano Kennedy Tangka/Halifia Usni Pratiwi, Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, serta Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana.
Bimo/Arlya yang berstatus unggulan pertama harus bekerja keras untuk melewati babak 32 besar. Mereka menang atas pasangan sesama Indonesia, Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-19, 20-22, 21-18.
Bimo mengaku sempat terkejut dengan permainan lawan yang tampil tanpa beban dan memberikan perlawanan ketat.
“Kami kaget dengan permainan mereka, mereka bisa all out dan membuat kami kesusahan. Mereka punya kualitas yang bagus,” kata Bimo.
Menurutnya, pertandingan tersebut juga menjadi penampilan pertama mereka di turnamen sehingga masih membutuhkan penyesuaian dengan kondisi lapangan.
Arlya menambahkan, tekanan sebagai unggulan pertama cukup terasa. Namun, mereka berusaha menjaga fokus dengan bermain poin demi poin.
“Sebagai unggulan pertama cukup terasa pressure-nya. Berbeda dengan penampilan minggu lalu di Kejuaraan Dunia, di mana kami bisa tampil tanpa beban,” ujar Arlya.
Di babak 16 besar, Bimo/Arlya harus kembali menjaga fokus dan tidak lengah menghadapi lawan berikutnya.
Sementara itu, pasangan baru Aquino Evano Kennedy Tangka/Halifia Usni Pratiwi mengawali debut mereka dengan kemenangan meyakinkan. Mereka mengalahkan wakil Thailand, Nutthapong Viriyakit/Peeraya Wechawong, dua gim langsung 21-7, 21-13.
Aquino mengaku tampil tanpa beban karena turnamen ini menjadi debutnya bersama Halifia di sektor ganda campuran.
“Puji Tuhan bisa menjalani awal dengan baik. Secara permainan kami nothing to lose saja, soalnya ini debut dengan partner baru,” kata Aquino.
Keduanya sebelumnya lebih banyak dipersiapkan untuk bermain di sektor ganda putra dan ganda putri. Namun, setelah menjalani latihan bersama di pelatnas pratama, pelatih melihat mereka memiliki kecocokan untuk bermain sebagai pasangan ganda campuran.
Pada babak 16 besar, Aquino/Halifia akan menghadapi pasangan Chinese Taipei, Lin Bing-Wei/Lin Yen Yu. Halifia menyadari laga tersebut bakal lebih berat sehingga mereka harus tampil lebih siap.
“Karena sudah beberapa kali latihan jadi tadi tidak ada kendala di lapangan. Nanti di babak 16 besar akan bertemu pasangan Chinese Taipei, kami harus lebih siap lagi karena pasti lebih berat,” ujar Halifia.
Pasangan lain, Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, juga berhasil melaju setelah menang telak atas wakil Selandia Baru, Daniel Mcmillan/Camellia Zhou, dengan skor 21-5, 21-13.
Bagi Bagas, laga tersebut menjadi pengalaman baru setelah selama ini lebih banyak bermain di sektor ganda putra.
“Rasanya sangat berbeda, cukup tegang karena pertama turun di ganda campuran. Sudah terlalu lama saya main ganda putra dan ini awal untuk saya ke depannya agar bisa lebih bagus,” kata Bagas.
Bagas mengaku masih harus beradaptasi dengan pola permainan di ganda campuran. Ia juga mendapat banyak arahan dari Indah agar lebih cermat dalam melakukan pengembalian bola.
Indah mengatakan komunikasi dan pola permainan mereka mulai terbentuk meski masih harus terus diselaraskan.
“Memang dari awal persiapan, pola permainan yang benar-benar kami coba selaraskan karena Kak Bagas dari ganda putra, ada perbedaan cara bermain,” ujar Indah.
Sementara itu, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana memastikan tiket 16 besar setelah mengalahkan unggulan ketiga asal Chinese Taipei, Ming Che Lu/Chou Yu An, dengan skor 17-21, 21-8, 21-10.
Sempat kehilangan gim pertama, Verrell/Bernadine mampu bangkit dan menguasai dua gim berikutnya. Verrell menyebut mereka berusaha meningkatkan fokus serta menerapkan pola permainan yang telah dipersiapkan.
“Setelah kalah di gim pertama, kami coba menguatkan fokus dan meningkatkan hawa di dalam lapangan, jangan sampai kalah hawanya sama mereka,” kata Verrell.
Turnamen di Pontianak menjadi penampilan kedua bagi Verrell/Bernadine sebagai pasangan. Mereka membawa evaluasi dari turnamen sebelumnya, terutama dalam pemantapan pola permainan dan penguatan pertahanan.
Di babak 16 besar, Verrell/Bernadine harus menghadapi pasangan senior sekaligus unggulan, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu. Bernadine mengaku sudah mengenal karakter permainan Verrell karena keduanya pernah berpasangan saat masih di klub.
“Kami mau menganggap seperti di latihan saja, seperti sparring. Dulu waktu di klub kami pernah berpasangan jadi saat mulai dipasangkan, tidak dari nol banget lagi,” kata Bernadine.
Keberhasilan empat pasangan tersebut menambah wakil Indonesia yang masih bertahan di Polytron Pontianak International Challenge 2026.(*)




















