JAKARTA, SIGNALBERITA.COM – Harga prosesor dari Intel dan AMD dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sepanjang 2026. Lonjakan ini di picu meningkatnya permintaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang terus berkembang pesat.
Berdasarkan laporan terbaru, harga CPU untuk konsumen seperti PC dan laptop naik sekitar 5 hingga 10 persen dalam sebulan terakhir. Sementara itu, CPU kelas server atau pusat data mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni antara 10 hingga 20 persen sejak Maret 2026.
Intel disebut telah dua kali menaikkan harga produknya tahun ini. Di sisi lain, AMD juga berencana melakukan dua tahap kenaikan harga chip server pada kuartal kedua dan ketiga, dengan total kenaikan di perkirakan mencapai 16 hingga 17 persen.
Krisis Pasokan dan Perebutan Produksi
Kenaikan harga ini tak lepas dari keterbatasan kapasitas produksi chip global. Produk terbaru dari Intel dan AMD, termasuk rencana CPU terbaru dari Nvidia, harus bersaing memperebutkan jalur produksi 3nm milik TSMC.
Kondisi ini menyebabkan krisis pasokan yang diprediksi masih akan berlangsung hingga 2027. Permintaan besar dari industri AI membuat produksi chip tak mampu mengejar kebutuhan pasar.
Waktu Tunggu Makin Panjang
Dampak lain dari krisis ini adalah meningkatnya waktu tunggu pengiriman (lead time). Untuk chip server:
Intel kini membutuhkan waktu hingga 6 bulan
AMD berkisar antara 8 hingga 12 minggu
Padahal sebelumnya, waktu tunggu normal hanya sekitar satu hingga dua minggu.
Peran Agentic AI
Lonjakan permintaan CPU juga dipicu tren baru bernama agentic AI, yaitu sistem AI otonom yang banyak digunakan untuk simulasi kompleks dan riset ilmiah. Berbeda dengan model AI berbasis GPU, teknologi ini lebih mengandalkan kinerja CPU.
Perubahan ini turut menggeser standar industri. Jika sebelumnya satu CPU di gunakan untuk delapan GPU, kini mulai beralih ke rasio 1:1 antara CPU dan GPU.
Efek Domino ke Industri Teknologi
Kenaikan harga CPU menjadi bagian dari efek domino di industri semikonduktor. Selain prosesor, harga komponen lain seperti RAM, SSD, HDD, hingga GPU juga ikut terdongkrak akibat tingginya permintaan dari pusat data AI.
Untuk mengatasi kondisi ini, TSMC meningkatkan investasi guna memperluas kapasitas produksi. Sementara Intel berupaya memperkuat kendali manufaktur dengan rencana pembelian saham fasilitas produksi di Irlandia.
Lonjakan harga ini menegaskan bahwa perkembangan AI tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga tekanan besar pada rantai pasok teknologi global.***









