Jakarta, Signalberita.com – Harga Dogecoin (DOGE) masih menunjukkan kecenderungan menguat secara moderat, meski pergerakannya tertahan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 200 hari. Di sisi lain, aktivitas akumulasi oleh investor besar atau whale menjadi salah satu sinyal positif bagi prospek koin meme tersebut.
Pada Selasa, 8 September 2026, Dogecoin di perdagangkan di sekitar US$0,090. Harga tersebut masih berada di atas area support penting, tetapi belum mampu menembus EMA 200 hari yang berada di dekat US$0,094.
Data on-chain menunjukkan sejumlah dompet besar terus menambah kepemilikan DOGE ketika harga mengalami penurunan. Kondisi ini mengindikasikan masih adanya minat jangka panjang terhadap Dogecoin.
Whale Akumulasi 519 Juta DOGE
Berdasarkan data distribusi pasokan dari Santiment, dompet yang menyimpan antara 1 juta hingga 10 juta DOGE serta dompet dengan kepemilikan 10 juta hingga 100 juta DOGE tercatat melakukan akumulasi.
Sejak Minggu, kelompok investor besar tersebut diperkirakan telah menambah sekitar 519 juta token DOGE. Aktivitas pembelian ketika harga melemah ini sering disebut sebagai strategi buy the dip.
Akumulasi tersebut menjadi indikasi bahwa sebagian pemegang besar masih melihat peluang pertumbuhan Dogecoin, meskipun harga belum berhasil melewati sejumlah level teknikal penting.
Metrik Derivatif Masih Cenderung Bullish
Sinyal positif juga terlihat dari pasar derivatif Dogecoin. Data CoinGlass menunjukkan rasio long-to-short DOGE berada di level 1,11 pada Selasa.
Rasio di atas satu menunjukkan jumlah posisi beli lebih besar dibandingkan posisi jual. Angka tersebut juga mendekati level tertinggi dalam lebih dari satu bulan, yang mencerminkan meningkatnya optimisme sebagian pelaku pasar.
Selain itu, tingkat pendanaan berbobot open interest atau OI tercatat positif sebesar 0,0045 persen. Tingkat pendanaan positif menunjukkan bahwa posisi long membayar posisi short dan biasanya menjadi tanda bahwa sentimen pasar masih mengarah pada kenaikan.
Ada Sinyal Kehati-hatian
Meski sejumlah indikator menunjukkan prospek positif, data CryptoQuant juga memperlihatkan beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
Pasar berjangka DOGE mencatat adanya aktivitas transaksi besar dari investor berkapitalisasi tinggi. Namun, tekanan jual masih terlihat mendominasi aktivitas perdagangan.
Kondisi pasar spot juga mulai menunjukkan tanda-tanda terlalu panas. Sementara itu, sejumlah metrik lainnya masih berada di area netral. Hal ini menandakan bahwa sebagian pedagang tetap berhati-hati terhadap potensi pembalikan harga.
Analisis Teknikal Dogecoin
Secara teknikal, Dogecoin masih berada di atas EMA 50 hari dan EMA 100 hari yang masing-masing berada di sekitar US$0,080 dan US$0,082. Posisi tersebut menunjukkan bahwa tren jangka pendek hingga menengah masih relatif positif.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 61. Angka ini mencerminkan momentum kenaikan yang cukup kuat, tetapi belum memasuki wilayah jenuh beli.
Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih sedikit positif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli mulai kembali menguat setelah DOGE mengalami fase konsolidasi.
Pada sisi atas, level resistance terdekat berada di sekitar US$0,094, bertepatan dengan EMA 200 hari. Jika berhasil ditembus, DOGE berpotensi menguji resistance berikutnya di dekat US$0,102.
Sebaliknya, support awal berada di sekitar US$0,088. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi bergerak menuju area EMA 100 hari dan EMA 50 hari di kisaran US$0,082–US$0,080.
Penurunan yang lebih dalam dapat membuka peluang DOGE menguji support berikutnya di sekitar US$0,070.
Dengan demikian, prospek Dogecoin masih cenderung positif, tetapi pergerakan harga tetap bergantung pada kemampuan DOGE menembus EMA 200 hari serta kekuatan tekanan beli di pasar.(*)



















